"Itu kalau dirobohkan semua ikut roboh, jadi kita kasih kesempatan untuk dikasih tiang dulu biar nggak roboh semua. Bukan hari ini (dirobohkan) kita kasih kesempatan untuk bikin tiang dulu," kata Kukuh saat dihubungi detikcom, Minggu (23/8/2015).
Informasi mengenai rumah Hajah Nani tak bisa dirobohkan backhoe menyebar di kalangan warga RT 11/03 Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur. Usut punya usut, rumah itu bersebelahan dengan rumah lain sehingga bahaya jika dirobohkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nggak ada hal-hal mistis di rumah itu. Kita tuh cuman orang biasa. Paling rumah itu sering dipakai pengajian, kalau Ramadan, tarawih disana sama masyarakat. Suami saya cuman pedagang beras yang nyambi jadi guru ngaji," kata Hajah Nani saat ditemui detikcom, di unitnya di Rusunawa Jatinegara Barat, Jakarta, Sabtu (22/8/2015).
Hajah Nani menambahkan bahwa rumah tersebut merupakan turun temurun dari nenek moyangnya. Wanita berumur 70 tahun itu telah menempati rumah tersebut sejak lahir.
Saat ditanya apakah bersedia membantu proses perobohan rumahnya, Hajah Nani hanya menjawab singkat. Ia pun sempat berseloroh.
"Apa yang mau dibantu? Saya juga sudah tua. Saya udah ikhlas. Mungkin kali ya nenek moyang saya belum ikhlas. Nanti dibantu dia dari sini," kata nenek dari 15 orang cucu ini.
(idh/dha)











































