Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan bilateral di sela-sela Pertemuan Tingkat Menteri Forum of East Asia and Latin America Cooperation (FEALAC) di San Jose, Kosta Rika, Jumat (21/08) waktu setempat.
Menlu Retno dan Wapres Isabel de Saint Malo mengindentifikasi area kerjasama bilateral untuk peningkatan hubungan kedua negara. Menlu Retno menyampaikan optimisme terhadap peningkatan hubungan kedua negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini lebih dari 5 ribu ABK WNI terdaftar di Panama. Menlu Retno menekankan pentingnya pembentukan mandatory consular notification RI-Panama untuk menjamin perlindungan WNI/pelaut Indonesia.
"Kerjasama maritim mencakup kerjasama antar pelabuhan, sertifikasi pelaut dan IUU Fishing juga merupakan peluang kerjasama kedua negara", kata Menlu Retno dalam siaran pers yang diterima, Minggu (23/8/2015).
Wapres Isabel de Saint Malo menyambut baik pandangan Menlu Retno mengenai pentingnya membangun konektivitas dalam mempererat kerjasama bilateral.
Wapres Isabel de Saint Malo menyampaikan bahwa Panama akan menyelenggarakan High Level Panel on Connectivity pada April 2016 dan mengharapkan dukungan Indonesia dalam mendorong konektivitas kedua kawasan.
Selain itu, Wapres Isabel de Saint Malo menawarkan kepada Indonesia untuk memanfaatkan Panama sebagai pintu masuk produk Indonesia ke negara-negara di Amerika Tengah dan Selatan melalui Terusan Panama, mengingat Panama telah memiliki 50 FTA dengan berbagai negara. (dhn/dhn)











































