"Jangan hilang semangat. Kalian adalah pahlawan pendidikan bagi anak-anak di daerah terdepan, terluar dan tertinggal," kata Nasir dalam siaran pers yang diterima.
Nasir menyampaikan hal itu saat berjumpa dengan para pengajar dari Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T) di Raja Ampat, Papua Barat, Sabtu (22/8/2015). Hadir dalam acara itu Bupati Sorong dan Sorong Selatan, rektor Unipa dan berbagai pihak terkait lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap para mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini," ujar Nasir.
Salah seorang peserta yang berasal dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengaku sangat senang dengan kegiatan ini. Sebab, dirinya bisa memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara dalam mendidik anak-anak di daerah terpencil.
"Kami sangat senang bisa memberikan kontribusi dengan mengajar adik-adik SMK di Raja Ampat ini," kata Yuliani salah seorang peserta yg berasal dari UNJ itu.
Dalam kesempatan itu Menteri Nasir juga meninjau persiapan kampus Fakultas Kedokteran, Universitas Papua (Unipa). Nasir menanyakan persiapan pembangunan Unipa untuk menerima mahasiswa baru. Dekan Fakultas Kedokteran Unipa mengungkapkan pihaknya telah menerima sedikitnya 30 mahasiswa baru. (idh/dha)











































