Ryamizard: Soal Panglima, Hanya Tuhan dan Presiden yang Tahu

Ryamizard: Soal Panglima, Hanya Tuhan dan Presiden yang Tahu

- detikNews
Jumat, 25 Feb 2005 16:02 WIB
Jakarta - Mantan KSAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu bosan ditanya terus mengenai calon panglima TNI. Menurut Ryamizard, soal panglima TNI, hanya Presiden dan Tuhan-lah yang tahu. Dia hanya akan menunggu saja. Hal ini disampaikan Ryamizard kepada wartawan dalam jumpa pers di Mabes TNI AD, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (25/2/2005). "Jangan nyebut-nyebut jabatan yang gak pasti. Itu kan kehendak Tuhan. Yang tahu sekarang, Presiden dan Tuhan. Yang lain kan gak ngerti. Yang lain kan cuma, ini bagus dan ini jelek. Jadi ribut semua. Kalau kita jangan berandai-andai," jelasnya. Lantas Ryamizard bercerita saat dirinya masuk menjadi tentara. Tidak terlintas di pikiran dia tentang jabatan-jabatan. "Saya dulu masuk tentara, karena tertari. Bapak saya dulu juag tentara ang menjadi komandan pasukan. Terakhir berpangkat mayjen, menjadi pangdam dan wakil panglima bagian Indonesia Timur. Saat masuk tentara, saya jadi letnan, tidak mau apa-apa. Hanya ingin tugas dan latihan," kata dia. Dia juga mengaku tidak pernah bercita-cita menjadi Pangkostrad dan KSAD. "Tapi, memang saya sempat berpikir, paling tidak jadi Panglima Kodam seperti bapak saya. Kalau saya jadi pangkostrad dan KSAD, itu lain ceritanya," ujar dia. "Karena itu, soal jabatan panglima TNI ini, jangan sebut-sebut saya dan Pak Djoko (Letjen TNI Djoko Santoso -Red). Biarlah proses berlalu, ibarat air mengalir di sungai," lanjut dia. Saat ditanya wartawan, setelah tidak menjadi KSAD, akan berada di mana, Ryamizard mengaku dirinya tetap di Indonesia. "Kalau saya ditanya mau ke mana, saya konsolidasi. Saya tetap di Indonesia, tidak mau jadi TKI. Kantor saya tetap di Denma (Detasemen Markas)," tegasnya. Pada jumpa pers itu, Ryamizard juga mengucapkan terima kasih kepada semua media massa yang telah membantunya selama tiga tahun. Dia juga mengaku, apa yang ditelah dilakukan sudah banyak, meski hal itu masih dirasakan kecil. Ryamizard juga mengucapkan selamat kepada KSAD Letjen Djoko Santoso sebagai pengganti dirinya. Ryamizard menaruh harapan banyak pada Djoko. "Sejak saya menjadi Dan Yon, Djoko selalu jadi wakil saya, dan ini terjadi sampai sekarang. Jadi, saya tahu kemampuan Pak DJoko, makanya saya pilih dia. Doa saya dikabulkan Tuhan. Ini yang membuat hati saya gembira dan lega," ungkapnya. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads