Peran tenaga kesehatan yang tergabung dalam petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) sangat vital. Ibarat sebuah bengkel, merekalah montir yang akan merawat fisik jemaah haji Indonesia yang bermasalah.
Di sebuah ruangan berukuran 1,5 kali lapangan futsal, seorang tenaga perawat bernama Kristianti menjelaskan setting balai kesehatan Sektor IV. Bertempat di Tharawat Al Shesha Hotel yang juga digunakan sebagai kantor sektor dan penginapan jemaah, setting ruangan balai pengobatan sudah cukup menjanjikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Gagah/detikcom |
"Rencananya ada masing-masing 3 bed dipisah sekat untuk jemaah laki-laki dan perempuan. Ada 2 bed untuk gawat darurat. Ada klinik dan di pojok sana tempat untuk apoteker," tutur Kristianti yang ditemui Tim Media Center Haji (MCH) 2015 di Tharawat Al Shesha Hotel, Makkah, Sabtu (22/8/2015).
Saat ini yang baru terlihat di balai pengobatan hanya 4 unit tempat tidur pasien. Sedangkan untuk kelengkapan lainnya akan dikirim dari Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI).
Jemaah yang mulai merasa mengalami gangguan kesehatan bisa langsung ke balai pengobatan di kantor sektor. Setiap sektor di Makkah akan dilengkapi fasilitas serupa. Jangan tunggu sampai kondisi kesehatan menurun.
"Iya ini semua layanan gratis. Jemaah bisa langsung datang," tutur Kristianti.
Foto: Gagah/detikcom |
Jemaah yang sakit akan dirawat terlebih dahulu di balai pengobatan sektor selama 1-2 hari. Bila kondisinya makin parah atau tidak kunjung sembuh maka akan dirujuk ke BPHI.
"Tapi kalau gawat darurat bisa langsung dibawa ke BPHI," kata Kristianti. (gah/dhn)











































Foto: Gagah/detikcom
Foto: Gagah/detikcom