"Asuransi kita sudah bertemu dengan pihak asuransi dari London, akan diproses sekitar satu bulan ya dan setelah mendapatkan data-data yang lengkap. Karena kita dan pihak asuransi tak mau santunan itu jatuh di tangan orang yang bukan haknya. Yang akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Nanti ditandatangani di depan notaris," kata Direktur Operasional Trigana Air Service, Benny Sumaryanto saat menyambut kedatangan jenazah pilot pesawat Trigana Air Kapten Hasanuddin di Bandara Halim Perdanakusuma, Sabtu (22/8/2015) malam.
Benny menyebut besaran santunan itu akan ditentukan sesuai dengan Permenhub No 77 tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara. Semua penumpang yang berada di dalam pesawat itu akan ditanggung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, jenazah pilot Trigana Air, Kapten Hasanuddin telah tiba di Bandara Halim Perdanakusuma. Jenazah langsung diserahkan kepada keluarga yang kemudian membawanya ke Tangerang.
Almarhum Hasanuddin direncanakan untuk dimakamkan malam ini di Tangerang. Pihak keluarga mengaku ikhlas dan memohon maaf apabila semasa hidup almarhum pernah berbuat kesalahan.
"Kami dari keluarga, meski dengan hati pedih, berat menerima kenyataan ini tapi kami ikhlas atas kejadian yang menimpa keluarga kami. Kami hanya bisa ucapkan terima kasih kepada jajaran yang telah selesaikan evakuasi sampai membawa jenazah ke rumah duka. Tentu ini bukan pekerjaan yang mudah. Kami tidak bisa membalas, semoga Allah yang membalas kebaikan semua pihak," kata kerabat bernama Ahmad Kholili saat ditemui di Bandara Halim, Sabtu (22/8/2015). (dhn/dhn)











































