Trigana Air: Santunan untuk Korban Sedang Diproses Sekitar 1 Bulan

Trigana Air: Santunan untuk Korban Sedang Diproses Sekitar 1 Bulan

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Sabtu, 22 Agu 2015 21:24 WIB
Trigana Air: Santunan untuk Korban Sedang Diproses Sekitar 1 Bulan
Foto: Basarnas Heronimus Guru
Jakarta - Pihak maskapai Trigana Air mengaku telah bertemu dengan pihak asuransi terkait santunan bagi para korban yang meninggal dunia dalam kecelakaan di Papua. Proses santunan itu masih menunggu kelengkapan data.

"Asuransi kita sudah bertemu dengan pihak asuransi dari London, akan diproses sekitar satu bulan ya dan setelah mendapatkan data-data yang lengkap. Karena kita dan pihak asuransi tak mau santunan itu jatuh di tangan orang yang bukan haknya. Yang akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Nanti ditandatangani di depan notaris," kata Direktur Operasional Trigana Air Service, Benny Sumaryanto saat menyambut kedatangan jenazah pilot pesawat Trigana Air Kapten Hasanuddin di Bandara Halim Perdanakusuma, Sabtu (22/8/2015) malam.

Benny menyebut besaran santunan itu akan ditentukan sesuai dengan Permenhub No 77 tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara. Semua penumpang yang berada di dalam pesawat itu akan ditanggung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentu, itu termasuk tanggungjawab kami, kita udah adakan meeting dengan pihak asuransi, semua penumpang di dalam pesawat itu akan dicover dengan insurance sesuai Permenhub nomor 77 kisarannya sekitar Rp 1 miliar dan 250 juta ditambah dari Jasa Raharja kurang lebih Rp 50-100 juta. Jadi total kisaran Rp 1,350 miliar. Tapi kita minta waktu sekitar 1 bulan setelah data-data itu terkumpul," ujarnya.

Sebelumnya, jenazah pilot Trigana Air, Kapten Hasanuddin telah tiba di Bandara Halim Perdanakusuma. Jenazah langsung diserahkan kepada keluarga yang kemudian membawanya ke Tangerang.

Almarhum Hasanuddin direncanakan untuk dimakamkan malam ini di Tangerang. Pihak keluarga mengaku ikhlas dan memohon maaf apabila semasa hidup almarhum pernah berbuat kesalahan.

"Kami dari keluarga, meski dengan hati pedih, berat menerima kenyataan ini tapi kami ikhlas atas kejadian yang menimpa keluarga kami. Kami hanya bisa ucapkan terima kasih kepada jajaran yang telah selesaikan evakuasi sampai membawa jenazah ke rumah duka. Tentu ini bukan pekerjaan yang mudah. Kami tidak bisa membalas, semoga Allah yang membalas kebaikan semua pihak," kata kerabat bernama Ahmad Kholili saat ditemui di Bandara Halim, Sabtu (22/8/2015). (dhn/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads