Gubernur Jabar Tolak Disalahkan

Longsornya TPA Leuwigajah

Gubernur Jabar Tolak Disalahkan

- detikNews
Jumat, 25 Feb 2005 16:01 WIB
Jakarta - Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan meminta semua pihak untuk tidak saling menyalahkan atas terjadinya tragedi longsornya bukit sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, yang memakan banyak korban jiwa."Sudah lah tidak perlu saling menyalahkan. Karena kalau begitu saya tinggal salahkan saja para users TPA," katanya sebelum mengikuti pengarahan dari Presiden SBY kepada para gubernur se-Indonesia di Kantor Presiden, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (25/2/2005).Pernyataan ini disampaikan Danny tak lama setelah Wakil Presiden Jusuf Kalla memintanya untuk bertanggungjawab dalam kasus longsornya TPA Leuwigajah. Sebab peristiwa ini merupakan kesalahan Pemprov Jawa Barat dalam penatan ruang. Selanjutnya Danny menyatakan, penetapan lokasi TPA Leuwigajah bukan merupakan inisiatif dari Pemprov Barat. Sebab lokasi TPA Leuwigajah sudah menjadi tempat penimbunan sampah sejak 19 tahun yang lalu.Menurut Dani, pihaknya telah meminta warga di sekitar TPA untuk pindah ke daerah lain.Peringatan tersebut disampaikan sehubungan dengan adanya hasil penelitian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang menyatakan daerah tersebut tidak layak menjadi pemukiman. "Tapi ketika itu warga ya tenang-tenang aja," ujarnya.Ditegaskannya, Pemprov Jabar bersama Pemerintah Daerah Tingkat II terkait telah bertindak maksimal dalam menanggulangi akibat bencana. Lambatnya pengadaan alat-alat berat ke lokasi karena alat-alat berat milik Pemprov Jabar tersebar di berbagai daerah untuk mengantisipasi bencana banjir dan longsor."Kami sudah maksimal. Sejauh ini sudah kami datangkan enam eskavator dan empat buldoser untuk evakuasi korban," ujar Danny.Menyinggung mengenai kekecewaan para korban yang menilai penanganan lambat, Danny meminta warga untuk bersabar. Sebab pnanggulangan tidak dapat berlangsung sekaligus dalam waktu cepat karena keterbatasan sumber daya yang dimiliki. Danny mencontohkan relokasi penduduk ke pemukiman yang baru bukan merupakan hal yang mudah dan pasti akan makan waktu. Untuk mendapatkan lokasi yang aman dan sesuai keinginan penduduk tidak dapat berlangsung dalam waktu cepat. Dan kini Pemprov Jabar masih berkonsentransi pada evakuasi korban meninggal dan penanganan para pengungsi. (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads