"Itu kemarin, backhoe ada kendala teknis, jadi tidak dioperasikan. Selain itu, setelah dicek, ternyata rumah tersebut (Hajah Nani) dempet dengan bangunan lain, jadi tidak dirobohkan dulu," kata Kasatpol PP DKI Kukuh Hadi di kampung Pulo, Sabtu (22/8/2015).
Kukuh mengatakan, perobohan rumah akan tetap dilanjutkan hingga bersih. Ada beberapa yang masih berdiri. "Nanti kita sarankan bongkar manual saja," jelas Kukuh yang hari ini menyempatkan diri mengecek rumah Hajah Nani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya saya udah dengar kalau rumah sulit dirobohin. Padahal kita udah ikhlas lahir batin," ujar Hajah Nani saat ditemui detikcom di unitnya di Rusunawa Jatinegara Barat.
Namun menurut ketua RT setempat, Husin, rumah tersebut bukannya tak bisa dirobohkan, melainkan karena faktor teknis. Rumah Hajah Nani menempel dengan rumah lainnya yang tidak dirobohkan. Takutnya, jika rumah Hajah Nani di-backhoe, maka rumah lainnya akan ikut roboh.
"Jadi bukannya nggak bisa digusur atau gimana ya? Tapi emang kabar burung omongannya warga cepat banget nyebarnya bilangnya rumah nggak bisa diuruk lah atau dirobohin lah," kata Husin. (try/try)











































