Bagikan 'Kartu Sakti', Jokowi: Kalau Sakitnya Parah Baru Dirujuk ke RS

Bagikan 'Kartu Sakti', Jokowi: Kalau Sakitnya Parah Baru Dirujuk ke RS

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Sabtu, 22 Agu 2015 12:18 WIB
Bagikan Kartu Sakti, Jokowi: Kalau Sakitnya Parah Baru Dirujuk ke RS
Foto: Bagus Prihantoro Nugroho
Pontianak - Presiden Jokowi kembali membagikan secara langsung kartu perlindungan sosial atau yang kerap disebut 'kartu sakti'. Kali ini Jokowi membagikan kartu sakti di SMPN 4 Pontianak, Kalimantan Barat.

"Sekarang kita ada Kartu Asistensi Sosial, jadi buat saudara-saudara penyandang disabilitas. Lalu ada Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan Kartu Indonesia Pintar (KIP)," ujar Jokowi di lokasi, Sabtu (22/8/2015).

Bagi penyandang disabilitas akan diberikan bantuan sebesar Rp 300 ribu per bulan selama 4 kali. Untuk KIP, bagi siswa SD sebesar Rp 450 ribu, SMP Rp 750 ribu, dan SMA Rp 1 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Cukup ndak? Masa 1 juta rupiah tidak cukup? Jadi boleh diambil langsung. Tapi ingat tidak boleh beli apa? Pulsa! Jadi silakan beli untuk keperluan sekolah atau yang berkaitan dengan itu," kata Jokowi.

Kali ini 1.004 KK mendapatkan KKS, 1.714 siswa mendapat KIP, dan 4.995 jiwa mendapat KIS. Presiden Jokowi membagikan kepada masing-masing 10 perwakilan.

"Kita pengennya semua sehat. Tapi kalau sakit ya ke Puskesmas dulu. Kalau sakitnya parah baru nanti dirujuk ke rumah sakit, gratis," imbuh Jokowi.

Dalam acara ini Jokowi ditemani oleh Ibu Iriana Jokowi, Mendikbud Anies Baswedan, Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil, Kepala BPJS Kesehatan Fahmi Idris dan Gubernur Kalbar Cornelis.

"Ini adalah kartu khusus dari Bapak Presiden agar anak-anak bisa sekolah. Penyandang disabilitas juga bisa sekolah," kata Mendikbud Anies Baswedan saat memberi sambutan. (bag/nwy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads