"Nggak ada hal-hal mistis di rumah itu. Kita tuh cuman orang biasa. Paling rumah itu sering dipakai pengajian, kalau Ramadan, tarawih disana sama masyarakat. Suami saya cuman pedagang beras yang nyambi jadi guru ngaji," tambahnya.
Hajah Nani menambahkan bahwa rumah tersebut merupakan turun temurun dari nenek moyangnya. Wanita berumur 70 tahun itu telah menempati rumah tersebut sejak lahir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, mungkin saja karena seringnya dipakai pengajian, rumah tersebut memiliki kekuatan. Ia juga sempat mengenang pesan sang suami yang telah meninggal sejak Juni 2004 silam.
"Katanya, jangan tinggalin sedekah. Berapapun yang disedekahin yang penting ikhlas. Terus pengajian harus terus berjalan," ucapnya.
Saat ditanya apakah bersedia membantu proses perobohan rumahnya, Hajah Nani hanya menjawab singkat. Ia pun sempat berseloroh.
"Apa yang mau dibantu? Saya juga sudah tua. Saya udah ikhlas. Mungkin kali ya nenek moyang saya belum ikhlas. Nanti dibantu dia dari sini," kata nenek dari 15 orang cucu ini. (yds/rvk)











































