Langkah Tegas Ahok dan 'PR' Benahi Ibu Kota DKI Jakarta

Langkah Tegas Ahok dan 'PR' Benahi Ibu Kota DKI Jakarta

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Sabtu, 22 Agu 2015 01:16 WIB
Langkah Tegas Ahok dan PR Benahi Ibu Kota DKI Jakarta
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Perlahan namun pasti Pemprov DKI Jakarta tengah membenahi tata kota yang berantakan. Sekian tahun ibu kota Indonesia dibiarkan semerawut begitu saja.

Pada masa kepemipinan Gubernur Ali Sadikin, tata kota DKI Jakarta tertata dengan apik. Pergantian gubernur merubah kebijakan pembangunan ibukota. Tak terasa Jakarta sudah mengalami empat kali pergantian kepala daerah. Struktur tata kota pun menjadi tidak jelas, salah satunya bantaran kali Ciliwung.

Di era kepemipinan Gubernur Basuki Tjahja Purnama, Pemprov. DKI Jakarta mulai menujukan taringnya. Pria yang akrab disapa Ahok itu mulai berani mengambil tindakan tegas berdasarkan perda yang ada.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita nggak mau kekerasan kok. Kamu kalau nimpuk saya, saya tutupin gimana? yang lempar duluan siapa? Orang selalu bolak-balik fakta," kata Ahok di Balai Kota , Jumat (21/8/2015).

Jika ditarik mundur ke belakang, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan sosialiasi berulang kali kepada masyarakat. Sebelum penertiban, warga telah berulang kali diberi kesempatan untuk menempati rusun rasa 'apartemen' di tengah kota. Tawaran itu pun di tolak mentah-mentah oleh warga dengan alasan meminta ganti rugi.

"Itu namanya relokasi, jadi mereka tidak tinggal jauh dari tempat asalnya. Jadi tidak ganti rugi, mereka kan direlokasi." ujar Menter Agraria dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Ferry Musyidan Baldan di press room DPR, Senayan Jakarta.

Mereka yang meminta ganti rugi hanyalah segelintir orang yang tak puas. Pasca ricuh Kamis (21/8), rusun Jatinegara Barat perlahan namun pasti mulai ditempati warga. Rusun tersebut memiliki 519 unit, tiap unitnya setara. Rp 400 juta. Rusunawa terdiri dari dua tower dengan 16 lantai dan lengkai dengan lift. Dari lokasi, rusunawa ini berada di lokasi strategis.

"Kelayakan tempat sih layak. Strategis tempatnya, depanya juga ada jalan," ujar Dawiyah nenek berusia 60 warga Kampung Pulo Rt 13 Rw 03, Kamis (20/8)

Nenek berusia lanjut itu mengatakan kalau warga yang terlibat ricuh dengan aparat gabungan telah dapat rusun. Saat pengambilan kunci ada warga yang menghasut sehingga tak jadi pindah.

"Ya memang ada hasutan-hasutan juga sih, dari yang lain. Tapi saya tetap ambil kunci," paparnya.

Saat ini 296 bidang rumah warga yang berada di bantaran kali telah rata menjadi tanah. Jalan Ahok untuk menata DKI Jakarta masih panjang, tak perlu jauh-jauh sisi selatan bantaran Kali Ciliwung juga dipadati rumah semi permanent.

Pemprov DKI Jakarta telah memberikan sinyal khusus. Wilayah Bukit Duri sendiri tinggal menunggu jadwal. Langkah ini ditempuh usai dibangunnya hunian untuk warga, sehingga mereka ditempat untuk kehidupan yang lebih manusiawi.

"Selanjutnya nunggu jadwal, nanti kalau sudah ada rumahnya (relokasi-red)," tutup Sekda DKI Jakarta Saefullah.

Masyarakat luas pun dukung Ahok menuntaskan 'PR' peninggalan gubernur jaman dahulu. Meski terjadi pro dan kontra, toh Jakarta saat ini menjadi lebih baik dibanding dulu. (edo/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads