Try Sutrisno: Jangan Dikotomikan Antara Tentara dengan Rakyat

Menyapa Ibu dan Bapak Bangsa

Try Sutrisno: Jangan Dikotomikan Antara Tentara dengan Rakyat

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Jumat, 21 Agu 2015 20:00 WIB
Try Sutrisno: Jangan Dikotomikan Antara Tentara dengan Rakyat
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Bangsa yang besar adalah bangsa yang meneruskan perjuangan para pendahulunya, begitu kira-kira pesan yang ingin disampaikan oleh Try Sutrisno. Pada ruang tengah di Kantor Pengelola Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Try berpesan kepada detikcom layaknya seorang kakek kepada cucunya.

Sebetulnya waktu itu Try hendak menghadiri acara peringatan kemerdekaan RI, namun sudah biasa bagi dirinya untuk datang satu jam lebih awal. Rupanya pembukaan acara pun diundur karena masalah teknis, sehingga beruntung bagi detikcom mendapatkan cerita lebih banyak dari seorang Try Sutrisno.

"Cuma di Indonesia yang memiliki tentara yang berasal dari rakyat. Di negara lain, tentara itu bentukan negara. Tetapi kalau di Indonesia, kalau melihat sejarah, tentara itu ya rakyat Indonesia sendiri," tutur Try memulai cerita tentang tentara jelang mentari tenggelam, Minggu (16/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Try yang mantan Wakil Presiden periode 1993-1998 itu adalah juga seorang purnawirawan Jenderal TNI. Pengabdiannya di kesatuan tersebut semua berawal dari sebagai pesuruh yang hanya membersihkan senjata, hingga pangkat tertinggi mendampingi Presiden yang merupakan Panglima tertinggi TNI.

Semua berawal ketika dirinya berusia 13 tahun sewaktu masih bergerilya mempertahankan kemerdekaan. Saat masih menjadi pesuruh, atau dia menyebutnya 'kacung', tiba-tiba datang perintah untuk melakukan spionase ke perbatasan musuh.

Karena usianya masih anak-anak, tentara Belanda tak ada yang mencurigai hingga akhirnya berhasil melompati tembok batas dan menyampaikan pesan serta obat-obatan. Sejak saat itu kepercayaan berdatangan dan dia pun masuk menjadi tentara.

"Dulu ada TRIP, Tentara Republik Indonesia Pelajar di Jatim. TGP atau Tentara Genie (baca: seni) Pelajar, dan Tentara Pelajar. Akhirnya suatu ketika dikonsolidir jadi TNI. Ini harus tahu kamu. Nah, pangkat saya di bawah itu waktu itu," ujar Try.

Sejak kecil memang dia sudah bercita-cita untuk mengabdi pada Republik. Menjadi Tentara Pelajar adalah salah satu jalan mewujudkan cita-cita mulia itu.

Berceritalah dia kemudian tentang kegigihan Jenderal Besar Sudirman. Tokoh yang dia idolakan itu sebenarnya berpostur tubuh kecil, tetapi Belanda dibuat kocar-kacir oleh taktik gerilyanya.

"Enggak bisa dilihat dari tubuhnya. Ada orang yang tubuhnya besar, tetapi 'nggelembosi' (Basa Jawa: omong kosong, -red). Pak Dirman itu kecil tapi bermutu. Belanda takut semangatnya Pak Dirman. Gerilya. Lama-lama mereka ajak berunding. Kalau tidak berunding, mereka habis. Kekalahan Belanda jadi image jelek kepada Eropa dan Amerika. Kalau kalah merusak nama Eropa dan Amerika," tutur Try.

Atas perjuangan Jenderal Sudirman, akhirnya dialah yang membentuk Badan Keamanan Rakyat. Lama kelamaan BKR berubah menjadi TKR atau Tentara Keamanan Rakyat, Tentara Keselamatan Rakyat, Tentara Republik Indonesia, dan akhirnya menjadi Tentara Nasional Indonesia.

"Dari sejarah kita bisa lihat kalau tentara itu ya rakyat itu sendiri, tidak ada bedanya. Jadi kalau dilihat sekarang yang pakai seragam itu hanya 'puncak gunung es' dari tentara saja. Sebetulnya semua rakyat Indonesia adalah tentara yang siap berjuang untuk bangsa dan negara. Oleh karena itu jangan sampai ada dikotomi antara sipil dan militer, antara rakyat dan tentara," ungkap Try.

Berkali-kali dia meminta agar pesan soal rakyat dan tentara disampaikan kepada generasi penerus. Karena menurut dia tentara tak hanya angkatan bersenjata saja, tapi perjuangan intelektual juga amat dibutuhkan untuk menangkal kultur negatif.

"Tantangan kamu lebih berat, dulu hanya fisik, sekarang non fisik. Ada (serangan) dunia maya, dirusak pikiran, dan narkoba," kata Try. (bag/rvk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini