Kebakaran terjadi sejak Kamis malam yang melalap hutan dan semak rerumputan di kawasan Kecamatan Sawangan, Magelang. Namun karena cuaca terik, kondisi kering dan sulitnya medan, kebakaran semakin membesar dan meluas. Saat ini api telah membakar semak-semak di kawasan Kecamatan Selo, Boyolali.
Kabid Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Purwanto, mengatakan meluasnya area kebakaran karena lokasi yang sangat sulit diakses. Mobil pemadam kebakaran tidak bisa sampai ke lokasi. Area itu hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki yang memakan waktu 4 jam perjalanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun karena sulitnya medan, kata Purwanto, pemadaman dilakukan dengan memaksimalkan semprotan air dan membuat parit-parit serta sekat-sekat khusus untuk melokalisir kobaran api agar tidak semakin merembet ke lokasi yang lebih luas, terutama di pemukiman penduduk.
Sedangkan data dari Balai Taman Nasional Gunung Merbabu menyebutkan api masih membara hingga menjamah sabana I dan sabana II. Angin kencang dan kondisi vegetasi yang mengering serta sulitnya medan menjadi kendala pemadaman.
Koordinator Perlindungan dan Pengamanan Balai Taman Nasional Gunung Merbabu, Kurnia Adii Wirawan, menyebut sejumlah lokasi yang terjamah api di tiga kabupaten.
Lokasi itu adalah Dukuh Bentrok, Dukuh Suwanting, Dukuh Malang (Kabupaten Magelang); Dukuh Tekelan dan Dukuh Cuntel (Kabupaten Semarang); Dukuh Genting, Dukuh Tarubatang, Dukuh Selowangan (Kabupaten Boyolali).
(mbr/try)











































