Melihat Aksi Ciamik 'Spider Kid' Adu Panjat di Yogya

Melihat Aksi Ciamik 'Spider Kid' Adu Panjat di Yogya

Bagus Kurniawan - detikNews
Jumat, 21 Agu 2015 19:03 WIB
Melihat Aksi Ciamik Spider Kid Adu Panjat di Yogya
Foto: Bagus Kurniawan
Yogyakarta - Papan panjat atau wall climb setinggi 15 meter yang berdiri tegak tidak menyurutkan nyali para spider cilik untuk adu panjat. Ada yang gagal, namun ada pula yang berhasil hingga menyentuh titik/poin yang telah ditentukan oleh juri.

Mereka itu tengah mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Federasi Panjat Tebing (FPTI) X - 2015 di Kompleks Stadion Mandala Krida Yogyakarta. Kejurnas digelar mulai hari Kamis (20/8/2015) hingga Selasa (25/8/2015).

Sebanyak 18 Pengda FPTI se-Indonesia dengan 261 orang atlit dan ofisial mengikuti even tahunan ini. Mereka bertanding di berbagai kelompok umur (KU) mulai dari kelompok umur 7-9 tahun hingga junior usia 18 tahun. Enam kelompok umur yang dipertandingkan adalah Spider Kid C putra-putri usia 7-9 tahun, Spider Kid B usia 10-11 tahun, Spider Kid A usia 12-13 tahun, Youth B putra putri usia 13-14 tahun, Youth usia 15-16 tahun, dan Yunior putra-putri usia 17-18 tahun.

Yang menarik dari even ini adalah keikutsertaan atlit panjat tebing yang masih berusia 7-13 tahun. Baik putri dan putra mereka bertanding di tiga kelompok yakni Spider Kid C usia 7-9 tahun, Spider Kid B usia 10-11 tahun, Spider Kid A usia 12-13 tahun.

Pada pertandingan hari ini, Jumat (21/8/2015) puluhan spider cilik itu mulai lomba untuk kualifikasi Lead Spider Kid A, B, dan C. Sebelum lomba semua peserta memasuki tempat karantina dan dilakukan pengecekan terakhir oleh panitia. Panitia juga telah membuat lintasan di dinding dengan ketinggian lebih kurang 13 meter. Salah seorang panitia lomba asal Sulawesi Selatan juga telah mencoba lintasan tersebut sebelum digunakan.

Setelah itu, para atlit cilik tersebut diberikan kesempatan melakukan pengamatan jalur dari dekat selama 5 menit. Namun mereka tidak diperkenankan memanjat lintasan. Mereka pun langsung melihat dari dekat, mengukur dan membayangkan jalur/lintasan lomba. Tangan-tangan mereka langsung bergerak ke kanan kiri, seolah-olah tengah memanjat lintasan.

Usai pengamatan jalur, peserta kemudian diminta duduk di bawah tribun untuk mempersiapkan diri. Satu persatu peserta dipanggil oleh panitia untuk memanjat. Panitia memberikan batas waktu setiap peserta 6 menit.

Ada yang berhasil hingga titik/poin yang telah ditentukan juri. Namun ada pula yang gagal saat memanjat hingga pertengahan ataupun mendekati titik poin.

"Agak susah tadi di poin empat," ungkap Riko (9) atlit Spider Kid C asal Kaltim.

Hal senada juga diungkapkan oleh M. Akbar Iksan dari Kaltim. Meski mengaku tidak grogi saat lomba, namun lintasan yang dibuat panitia dirasakan cukup sulit.

"Beberapa poin memang sulit dan banyak yang gagal di tengah," ungkap Akbar yang sudah berlatih sejak tahun 2010 itu.

Sementara itu Danu Iswara, pengurus FPTI Jawa Timur mengungkapkan dalam even ini timnya membawa sebanyak 27 atlit untuk ikut di semua klas. Pada kejurnas tahun lalu di Karimun, Jawa Timur berhasil menjadi juara umum. Meski tidak dilakukan pemusatan latihan, atlit-atlit dari berbagai kota di Jawa Timur seperti dari Surabaya, Kediri, Lamongan, Blitar, Malang itu sudah mempersiapkan sejak lama di daerah masing-masing.

"Kami sudah tiga tahun berturut-turut juara umum. Kami ingin ada hasilnya di kejurnas tahun ini," kata Danu. (bgs/try)


Berita Terkait