"Ini kan berarti mengubah pola hidup yang selama ini sudah berjalan bertahun-tahun dan itu memang tidak mudah," kata Prasetio di gedung DPRD DKI Jl Kebon Sirih, Jakpus, Jumat (21/8/2015).
Menurutnya, sebanyak 90 persen warga Kampung Pulo sudah bersedia direlokasi. Sebab warga di bantaran Kali Ciliwung yang terkena gusuran mendapat unit Rusun di Jatinegara Barat yang disediakan Pemprov DKI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski menemui kendala, Prasetio meminta Pemprov tetap melanjutkan program normalisasi kali dengan membersihkan permukiman di bantaran kali.
Relokasi ini salah satu langkah besar yang berani dilakukan Pemprov DKI karena bersinggungan langsung dengan pola hidup warga Kp Pulo. Selama ini, banjir seakan-akan menjadi teman warga di bantaran kali. Paradigma inilah yang harus diubah.
"Masa warganya mau banjir-banjiran terus? Rusunnya bagus dan nyaman kok. Harusnya tidak ada yang menolak. Penolakannya ada pada perubahan pola hidup saja," sambungnya.
"Diajak hidup yang lebih manusiawi masa tidak mau?" ucapnya.
Prasetio juga mengapresiasi kerjasama aparat dalam pelaksanaan relokasi. Menurutnya, Jokowi-Ahok saat memimpin Jakarta membuat Forkompida (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) dinilai berjalan dengan baik sehingga seluruh elemen bisa saling membantu dalam menyukseskan pelaksanaan relokasi.
(mnb/fdn)











































