Tak Terima Disebut Bloon, Anggota F-Hanura Akan Laporkan Fahri ke MKD

Tak Terima Disebut Bloon, Anggota F-Hanura Akan Laporkan Fahri ke MKD

M Iqbal - detikNews
Jumat, 21 Agu 2015 16:49 WIB
Tak Terima Disebut Bloon, Anggota F-Hanura Akan Laporkan Fahri ke MKD
Foto: www.dpr.go.id
Jakarta - Ungkapan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang menyebut banyak anggota DPR 'rada-rada bloon' dalam diskusi di televisi swasta berbuntut panjang. Anggota Fraksi Hanura Inas Nasrullah akan melaporkan Fahri ke Majelis Kehormatan Dewan (MKD).

"Iya saya rencana mau melaporkan karena dari bahasanya cukup jelas, dia melecehkan institusinya sendiri. Saya tidak terima sebagai anggota dilecehkan," ucap Inas Nasrullah saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (21/8/2015).

Anggota DPR dengan nomor anggota 556 ini mengatakan, dia akan melaporkan secara individu sebagai anggota DPR. Pernyataan Fahri dianggap merendahkan anggota DPR secara keseluruhan yang berjumlah 559 orang minus Fahri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Siapa saja bisa melaporkan. Saya tahu berita ini disebut bloon dari konstituen saya. Astagfirullah. Jadi tentu saja konstituen kita tidak senang orang yang mereka pilih dikatain begitu. Saya juga tidak senang," ujar ketua DPP Hanura itu.

Soal sanksi, Inas menyerahkan sepenuhnya kepada MKD untuk menindaklanjuti. "Bagaimana menyikapi ini, MKD. Menegakkan marwah dewan. Dia kan sudah menghina DPR," tuturnya.

"Saya kurang tahu kalau yang lain, yang jelas saya Senin besok akan melaporkan," imbuh wakil rakyat dari daerah pemilihan Banten III ini.

Sebelumnya, ketua MKD Surahman Hidayat sudah mempersilakan jika ada yang ingin melaporkan pernyataan Fahri. Namun harus disertai dengan bukti agar bisa ditindaklanjuti.

Sementara Fahri Hamzah enggan menanggapi ramainya reaksi anggota DPR atas pernyataannya di televisi. Menurutnya isu itu tak relevan untuk ditanggapi.

Berikut pernyataan Fahri Hamzah dalam diskusi di televisi tersebut:

Orang dalam demokrasi tidak dipilih karena disukai oleh pimpinan negara atau ditunjuk presiden, tapi dipilih oleh rakyatnya sendiri. Bukan karena dia cerdas tapi karena rakyat suka dia. Makanya kadang-rayat banyak orang datang ke DPR ini tidak cerdas, kadang-kadang mungkin kita bilang rada-rada bloon begitu. Tetapi dalam demokrasi, kita menghargai pilihan rakyat. Karena itu, kita memberikan kekuatan kepada otak dari orang-orang yang datang ke gedung ini dengan memberikan mereka staf, dengan memberikan sistem pendukung, pusat kajian, ilmuan, peneliti, dan lain-lain. Itulah cara kerja lembaga demokrasi. Ini tentunya memerlukan fasilitas.

(bal/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads