Akankah Kampung Pulo Ahok Sama Indahnya dengan Waduk Pluit Jokowi?

Akankah Kampung Pulo Ahok Sama Indahnya dengan Waduk Pluit Jokowi?

Erwin Dariyanto - detikNews
Jumat, 21 Agu 2015 14:40 WIB
Akankah Kampung Pulo Ahok Sama Indahnya dengan Waduk Pluit Jokowi?
Suasana Waduk Pluit saat ini. (Foto: Ray Jordan/detikcom)
Jakarta - Mengikuti jejak pendahulunya, Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berniat merelokasi warga di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur. Dia ingin menata dan mempercantik permukiman di pinggiran Kali Ciliwung itu seperti halnya Jokowi 'menyulap' Waduk Pluit dari kumuh menjadi indah.

Kamis (20/8/2015) kemarin Ahok merelokasi warga di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur. Jauh hari sebelum dilakukan penggusuran Pemerintah Provinsi Jakarta melalui camat Jatinegara sudah memperingatkan warga. Tepatnya pada Senin, 15 Juni 2015 lalu.

Saat itu Camat Jatinegara Sofyan Taher memerintahkan warga untuk pindah ke rumah susun Jatinegara Barat paling lambat tujuh hari setelah lebaran.Β  Jika sampai dengan H+7 Lebaran nanti mereka belum pindah maka akan dilakukan penggusuran paksa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hampir seluruh warga di Kampung Pulo yakni 90 persen, kata Sofyan Taher, sudah mengambil nomor undian untuk mendapatkan unit di rumah susun. Dari 502 jumlah unit di rusun, 406 di antaranya telah diambil warga.

"Sejauh ini sudah 111 warga sekitar bantaran Kali Ciliwung yang menerima kunci, sedangkan yang sudah menempati hunian 43 keluarga," kata Sofyan Taher saat berbincang dengan detikcom, Senin (15 /6/2015) lalu.

Awal Agustus lalu, Ahok mengundang perwakilan dari warga di Kampung Pulo ke Balai Kota Jakarta. Hasilnya, sebagian besar warga Kampung Pulo di bataran Kali Ciliwung sepakat untuk direlokasi ke Rusun Jatinegara Barat.

"Warga Kampung Pulo Ciliwung juga sudah sepakat mereka mau bebas dari banjir. Terus, mereka juga sepakat mau pindah dekat daerah sana," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (5/8/2015).

Namun, Kamis (20/8/2015) kemarin niat ribuan petugas satuan polisi pamong pradja untuk merelokasi warga Kampung Pulo mendapatkan perlawanan. Ratusan polisi dari Polda Metro Jaya terpaksa diturunkan.


Relokasi warga Kampung Pulo, Jatinegara, Kamis (20/8/2015). (Foto-Yudhistira/detikcom)


Meski mendapat 'perlawanan' Ahok menegaskan tak ada kata mundur untuk penggusuran tersebut sehingga wargalah yang harus mengalah.

"Harapan saya untuk penggusuran hari ini semoga masyarakat mau pindah. saya nggak menggusur semuanya kok. Saya hanya memindahkan yang di sisi teras sungai. Anda harus ngalah," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Jumat (21/8/2015).

Peristiwa relokasi warga di Kampung Pulo mirip dengan pemindahan warga di bantaran Waduk Pluit di masa Gubernur Jakarta Jokowi. Awalnya niat Jokowi merelokasi warga juga mendapatkan perlawanan.


Relokasi warga di bantaran Waduk Pluit, Jakarta Utara. (foto- Rachman Haryanto/detikcom)


Namun, Jokowi menggunakan jurus andalannya untuk meluluhkan hati warga. Jokowi mengundang warga Waduk Pluit dalam jamuan santap siang di Balai Kota Jakarta.

Hasilnya, warga dengan sukarela pindah ke rumah susun yang disediakan oleh Pemprov DKI. Waduk Pluit pun kini menjadi asri. Jokowi pernah beberapa kali membawa tamu asing dari negara lain untuk melihat keindahan Waduk Pluit.

Banjir yang melanda kawasan Pluit ketika musim penghujan pun mulai berkurang. Akankah Kampung Pulo seindah Waduk Pluit?


(erd/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads