Asap Tebal, Bandara Pekanbaru Imbau Pesawat Tak Mendarat

Asap Tebal, Bandara Pekanbaru Imbau Pesawat Tak Mendarat

- detikNews
Jumat, 25 Feb 2005 14:47 WIB
Pekanbaru - Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru menilai kondisi kabut asap sudah masuk dalam kategori ekstrim. Jarak pandang terbatas maksimal 200 meter. Karena itu mereka merekomendasikan agar pesawat tidak melakukan pendaratan di Pekanbaru. Kepala Divisi Operasional Bandara SSK II, Sabar Tarigan mengungkapkan hal itu saat ditemui detikcom di ruang kerjanya di komplek Bandara, Simpang Tiga, Pekanbaru, Jumat (25/2/2005). Imbauan moral untuk tidak mendarat itu berdasarkan hasil penelitian Dinas Lalu Lintas Udara di Bandara SSK dalam hitungan beberapa hari tekahir."Hari-hari sebelumnya kondisi kabut asap sudah mengganggu aktivitas kita. Namun hari ini jarak pandang jauh dari standar 1.200 meter. Pantaun setelit kita jarak pandang hanya mampu 200 meter. Karena itu hari ini kita mengeluarkan rekomendasi agar pesawat tidak mendarat di tempat kita," urai Sabar. Dia menjelaskan, rekomendasi itu berlaku sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Sepanjang kondisi udara belum mencapai jarak pandang normal di atas 1.200, pihak Bandara Pekanbaru masih memberlakukan imbauan tersebut."Kondisi cuaca dan udara saat ini sudah masuk dalam kategori ekstrim dan sangat berbahaya untuk aktivitas penerbangan. Kondisi sekarang membuka tingkat kecelakaan semakin besar. Sebelum hal yang tidak dinginkan terjadi, kami imbau agar tidak mendarat ke Bandara SSK II," kata Sabar.Rekomendasi ini disebarkan Bandara Pekanbaru ke sejumlah perusahaan penerbangan serta ke seluruh Bandara di Indonesia. Selain imbauan secara nasional, mereka juga menyampaikan ke Bandara di Singapura dan Malaysia. Hal itu dimungkinkan karena sejumlah peswat dari kedua negara membuka rute penerbangan ke Pekanbaru.Sabar menjelaskan, sejauh ini Bandara tidak memiliki kewenangan untuk menutup aktivitas penerbangan hanya karena kondisi cuaca buruk. Sebab keputusan mendarat atau tidaknya kini dikembalikan sepenuhnya kepada pilot."Lain hal bila terjadi kecelakaan di lokasi Bandara atau ada tamu negara yang sifatnya pengamanan, pihak Bandara berhak menutup aktivitasnya. Namun sekarang masalah keterbatasan jarak pandang dengan kondisi asap tebal ini, sepenuhnya menjadi tanggung jawab pilot," kata Sabar.Hari ini, kata Sabar, sejumlah penerbangan yang masuk dan akan keluar terjadi penundaan. Misalnya Garuda dari Jakarta yang semestinya mendarat pukul 8.30 mendarat pukul 12.00 WIB. Sedangkan Merpati dari Medan yang mestinya mendarat pukul 07.30 tertunda hinga pukul 10.00 WIB."Mestinya pesawat Jatayu mendarat pukul 08.00 WIB, namun hingga sekarang pesawatnya menyatakan penundaan penerbangan," kata Sabar. (nrl/)


Berita Terkait