"Ya semuanya itu proses yang masih sangat panjang, yang penting semuanya untuk kepentingan bagaimana kita tingkatan kesejahteraan rakyat," ucap Setya Novanto saat tiba di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (21/8/2015).
Novanto mengatakan, pembangunan gedung DPR juga diperuntukkan untuk meningkatkan kinerja DPR, atau yang selama ini menjadi slogan adalah untuk menuju parlemen yang modern.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya kita lihat perkembangan," imbuhnya soal proses pengkajian proyek itu di DPR.
Sebagaimana diketahui, anggaran untuk pembangunan 7 mega proyek DPR belum disahkan namun perencanaannya terus berjalan. Tujuh proyek ini disebut akan memakan anggaran sebesar Rp 1,6 triliun.
Meski belum ada kepastian kapan proyek ini dimulai, namun sayembara desain kompleks parlemen sudah dilempar ke publik. Hadiahnya cukup besar, totalnya Rp 500 juta. Dari sayembara itu juga diketahui pagu anggaran pra-rancangan senilai Rp 6,175 miliar lebih.
Tujuh proyek itu adalah Alun-alun Demokrasi, Museum dan Perpustakaan, Jalan Akses, Visitor Center, Pusat Kajian, Pembangunan Ruang Anggota DPR dan Integrasi Tempat Tinggal Anggota DPR. Presiden Joko Widodo sempat direncanakan akan meresmikan pencanangan 7 proyek ini pada 14 Desember 2015 lalu namun batal.
(bal/ndr)











































