Dijelaskan Soelistyo, upacara penutupan SAR gabungan dilakukan di lapangan Base Ops Lanud Sentani, Jayapura, Papua, pagi tadi. Di situ hadir berbagai unsur yang terlibat dalam seperti Polri, TNI, KNKT, Pemda, masyarakat, pihak Trigana Air, Kemenhub, dan lainnya.
Menurut Soelistyo, operasi SAR gabungan ditutup karena 2 tugas utama telah terpenuhi. Keduanya yakni menemukan pesawat dan mengevakuasi seluruh korban, lalu menemukan black box baik flight data recorder (FDR) ataupun cockpit voice recorder (CVR).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soelistyo mengatakan, kini tugas beralih ke Kapolda Papua Brigjen Paulus Waterpauw dan jajarannya, khususnya Tim DVI untuk mengidentifikasi 54 jenazah penumpang dan kru pesawat nahas yang jatuh di Distrik Okbape, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.
Soelistyo menambahkan, dirinya berharap kerja tim SAR gabungan ke depan tetap solid. Itu menurutnya adalah modal penting bagi tantangan-tantangan selanjutnya.
"Harus ditingkatkan sehingga kerjasama ini jadi modal dasar bagaimana menghadapi tantangan di lapangan, kompleksitas kegiatan hingga perencanaan-perencanaan, perintah-perintah, kemudian pelaksaan di lapangan bisa singkron," ucapnya. (spt/hri)











































