Kesan Hamzah Haz Kala Mendampingi Megawati

Menyapa Bapak dan Ibu Bangsa

Kesan Hamzah Haz Kala Mendampingi Megawati

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Kamis, 20 Agu 2015 20:27 WIB
Kesan Hamzah Haz Kala Mendampingi Megawati
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - KH Hamzah Haz merupakan Wakil Presiden kedua di era reformasi. Meski hanya menjabat tak genap satu periode, namun tetap saja ada kesan yang terkenang selama mendampingi sang Presiden kala itu, Megawati Soekarnoputri.

Keheningan malam sudah semakin terasa saat detikcom berbincang hangat bersama Hamzah Haz. Dalam ruang kerja yang masih terpasang bendera PPP itu, Hamzah masih ingat betul tentang sosok Megawati.

"Setahu saya Ibu Mega itu mengikuti macam bapaknya, Bung Karno, warisan Bung Karno melekat di Ibu Mega. Bung Karno selalu menggabungkan kekuatan nasional, antara nasionalis dan agama," tutur Hamzah di kediamannya yang terletak pada Jl Patra Kuningan XV, Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2015).

Dalam pandangan seorang Hamzah Haz, maksud dari sikap Sukarno itu adalah untuk mengakomodasi semua golongan, meski dirinya berideologi nasionalis. Begitu pula dengan Mega yang meski dari partai tengah, tetapi tetap merangkul Hamzah yang dari partai kanan.

Tetapi kemudian Hamzah tak mendampingi Mega saat Pemilu 2004. Dia bersama dengan Agum Gumelar membentuk koalisi sendiri, sedangkan Mega bersama KH Hasyim Muzadi.

"Makanya dulu waktu saya tidak mendampingi Ibu Mega jadi calon presiden, pengganti saya Hasyim Muzadi, dari kalangan Islam juga," kata Hamzah.

Sesekali pembicaraan Hamzah terhenti untuk mempersilakan tim detikcom mencicipi kue kering yang disajikan. Seteguk teh hangat pun kemudian mengisi tenaga untuk kembali berbagi cerita.

Cerita kemudian berlanjut ke proses pengambilan keputusan. Menurut Hamzah, Megawati adalah sosok yang tak pernah memaksakan kehendak. Mega juga sosok yang tak banyak bicara soal 'urusan dapur' pemerintahan, sehingga banyak yang tidak tahu tentang sifat Mega yang satu ini.

"Dulu dibagi tugas, ada tugas kadang-kadang overlapping, tapi itu biasa karena soal teknis. Saya dikatakan kalau dulu karena banyak bicara ekonomi, titik beratkanlah bidang ekonomi. Dalam memasukkan calon menteri juga, saya usul diterima," ungkap Hamzah.

Kini Hamzah sudah menarik diri dari gegap gempita perpolitikan nasional. Sedangkan Mega masih aktif, bahkan kembali terpilih menjadi Ketum PDIP. (bpn/ega)


Berita Terkait