Seperti misalnya saat ada rangkaian anjlok pada Rabu (19/8) siang di Manggarai. Imbas gerbong anjlok ini sampai malam. Penumpang menumpuk berdesakan, dan lama menunggu kereta datang. Semua jendela dibuka karena panas di dalam gerbong.
Di semua stasiun penumpang menunggu. Saat hendak naik pasti penuh berhimpitan. Bahkan di Stasiun Pasar Minggu sampai ada kereta tertahan karena penumpang memaksa masuk ke ruang masinis agar bisa pulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal gangguan yang datang pada commuter line ini mengundang kritik dari KRL Mania yakni mereka pengguna commuter line. Semestinya saat gangguan datang, segera diinfokan berapa jam penanganan dan imbas yang terjadi.
"Harusnya memang bisa diinfokan kira-kira berapa lama penanganan suatu gangguan dan berapa lama bisa normal lagi," kata Koordinator KRL Mania Nurcahyo, Kamis (20/8/2015).
Nurcahyo juga melihat peristiwa anjloknya gerbong pada Rabu kemarin manajemen krisis commuter line tertatih-tatih. "Antrean kereta ke Manggarai, padahal kejadiannya di jalur tiga saja. Mereka alasannya karena seluruh sinya dimatiin jadi KRL lain ngggak bisa lewat," tutupnya.
Commuter line saat ini menjadi salah satu primadona angkutan umum. Bayangkan saja kereta kini ketat tak seperti dahulu. Tapi ya itu tadi, saat gangguan datang semua berantakan. Semoga saja, pihak KAI terus mawas diri tak cepat berpuas hati. (dra/dra)











































