"Kalau kenangan ya gimana ya, kita bikin rumah dari mulai atap sampai menjadi asbes bisa sakit tapi kita nggak pikirin. Ya kalau keganti Alhamdulilah kalau nggak keganti juga Alhamdulillah," ujar Mak Ati kepada detikcom di tempat tinggalnya, Kamis (20/8/2015).
Kenangan manis, gemiricik air kali Ciliwung yang jernih masih terekam di otak. Tak hanya air yang jernih, warga pun tak kesulitan untuk makan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mak Ati sendiri telah mendapatkan unit di Rusunawa Jatinegara Barat yang sekelas apartemen sederhana dengan uang sewa Rp 300 ribu/bulan di bulan keempat. Namun rusun itu diberikan kepada menantunya, lantaran rusun itu terlalu elite.
"Ngeri ah, tinggal di lantai 16 gitu, umur udah segini yang ada sakit-sakitan melulu," paparnya.
Suasana Kampung Pulo/Foto: Edo |
Jika dirunut ke belakang, warga yang bertempat tinggal di Kampung Pulo telah merasakan empat kali pergantian gubernur. Namun baru di kepemimpinan Gubernur Basuki T Purnama atau Ahok pemukiman Kampung Pulo ditertibkan untuk normalisasi Ciliwung.
"Seandainya dari jauh hari Gubernur sebelumnya memperingatkan, kita pasti akan bakal pindah," tandasnya. (edo/dra)












































Suasana Kampung Pulo/Foto: Edo