Pengakuan Jujur Mak Ati, Tetua di Kampung Pulo: Dulu Airnya Jernih

Pengakuan Jujur Mak Ati, Tetua di Kampung Pulo: Dulu Airnya Jernih

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Kamis, 20 Agu 2015 17:57 WIB
Pengakuan Jujur Mak Ati, Tetua di Kampung Pulo: Dulu Airnya Jernih
Foto: Edward Febriyati
Jakarta - Mak Ati salah satu sesepuh Kampung Pulo harus merelakan tempat tinggalnya diratakan dengan tanah. Mak Ati sempat berbagi cerita. Jika harus memilih, dia tak ingin tinggal di bantaran kali.

"Kalau kenangan ya gimana ya, kita bikin rumah dari mulai atap sampai menjadi asbes bisa sakit tapi kita nggak pikirin. Ya kalau keganti Alhamdulilah kalau nggak keganti juga Alhamdulillah," ujar Mak Ati kepada detikcom di tempat tinggalnya, Kamis (20/8/2015).

Kenangan manis, gemiricik air kali Ciliwung yang jernih masih terekam di otak. Tak hanya air yang jernih, warga pun tak kesulitan untuk makan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dulu ikan masih banyak, airnya jernih ibaratnya kalau makan kita tinggal mancing, mau buah apa juga ada," kenang Mak Atik yang rumahnya belum digusur ini.

Mak Ati sendiri telah mendapatkan unit di Rusunawa Jatinegara Barat yang sekelas apartemen sederhana dengan uang sewa Rp 300 ribu/bulan di bulan keempat. Namun rusun itu diberikan kepada menantunya, lantaran rusun itu terlalu elite.

"Ngeri ah, tinggal di lantai 16 gitu, umur udah segini yang ada sakit-sakitan melulu," paparnya.

Suasana Kampung Pulo/Foto: Edo


Jika dirunut ke belakang, warga yang bertempat tinggal di Kampung Pulo telah merasakan empat kali pergantian gubernur. Namun baru di kepemimpinan Gubernur Basuki T Purnama atau Ahok pemukiman Kampung Pulo ditertibkan untuk normalisasi Ciliwung.

"Seandainya dari jauh hari Gubernur sebelumnya memperingatkan, kita pasti akan bakal pindah," tandasnya. (edo/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads