Suriah Siap Kerjasama dengan PBB untuk Mundur dari Libanon
Jumat, 25 Feb 2005 12:03 WIB
Jakarta - Pemerintah Suriah mempertegas rencananya untuk menarik mundur pasukan dari Libanon. Suriah pun siap bekerjasama dengan PBB untuk mengimplementasikan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan penarikan 14 ribu pasukan Suriah dari Libanon.Demikian disampaikan Deputi Menteri Luar Negeri Suriah, Waleed al-Mualem seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (25/2/2005).Puluhan ribu warga Libanon telah melakukan aksi protes untuk menentang keberadaan militer Suriah di negeri itu. Tekanan terhadap Suriah kian meningkat sejak tewasnya mantan Perdana Menteri (PM) Libanon, Rafik al-Hariri dalam serangan bom di Beirut, pekan lalu."Suriah menyatakan minat kuatnya untuk bekerjasama dengan duta Sekjen PBB guna menyelesaikan misi ini dengan cara yang terbaik," tutur Mualem kepada wartawan di Damascus, Suriah.Penarikan pasukan Suriah itu akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Sebelumnya, Sekjen PBB Kofi Annan mendesak Suriah untuk mundur dari Libanon pada April mendatang, saat pemimpin badan dunia itu akan menyampaikan laporan mengenai isu ini kepada Dewan Keamanan PBB.Namun juru bicara utama PBB, Fred Eckhard kemudian menekankan bahwa Annan tidak bermaksud menetapkan batas waktu untuk penarikan pasukan Suriah. "Sekjen tidak pernah menetapkan deadline April untuk penarikan itu. Juga tidak mendukung pemberian sanksi jika penarikan pasukan tidak terjadi pada bulan itu," kata Eckhard.
(ita/)










































