Hamzah Haz Tangkis Ramalan PPP Bakal Jadi Pepesan Kosong

Menyapa Bapak Dan Ibu Bangsa

Hamzah Haz Tangkis Ramalan PPP Bakal Jadi Pepesan Kosong

Mega Putra Ratya - detikNews
Kamis, 20 Agu 2015 15:47 WIB
Hamzah Haz Tangkis Ramalan PPP Bakal Jadi Pepesan Kosong
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Hamzah Haz terpilih menjadi Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan tahun 1998 ketika bangsa ini memasuki masa reformasi. Era reformasi tak sepenuhnya menjadi berkah bagi partai yang kini berlambang Kakbah itu.

Maklum di awal reformasi, PPP justru harus menghadapi kenyataan: sejumlah kader mengundurkan diri untuk mendirikan atau bergabung dengan partai politik lain. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa.

Ada juga Ketua Umum PP Muhammadiyah Amien Rais yang mendirikan Partai Amanat Nasional. Kehadiran PAN dan PKB 'menggembosi' kekuatan PPP. Maklum selama ini PPP banyak diisi kader NU dan Muhammadiyah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Isi PPP kan NU dan Muhammadiyah. Kata pengamat habislah PPP. Waktu itu PPP diramalkan jadi pepesan kosong," kata Hamzah Haz kepada detikcom, Rabu (12/8/2015).

Meski sekadar 'ramalan', namun hal itu membuat Hamzah Haz gelisah. Dia pun memilih mundur dari jabatanya sebagai Menteri Negara Investasi merangkap Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dari kabinet Habibie.

"Saya berhenti jadi menteri ke Pak Habibie, konsen urus partai. Kalau saya terus jadi menteri, kalau PPP habis jadi pepesan kosong habis saya dicaci maki," kata Hamzah.



Tak sia-sia, setelah mundur dari kabinet, Hamzah Haz bisa membawa PPP tetap menjadi tiga besar dalam perolehan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat.Β  "Dulu kan tumbuh 48 partai. Alhamdulillah 2 periode saya pimpin, di DPR tetap nomor 3 di atas partainya Gus Dur (PKB) di atas partai Amien Rais (PAN)," papar Hamzah.

Hamzah merasa keberhasilan menyelamatkan PPP agar tak jadi pepesan kosong menjadi upah atas mundurnya dia dari kursi menteri.

Sayang kini Hamzah tak mau lagi terjun ke politik, termasuk menyelesaikan konflik di PPP antara kubu Romahurmuziy (Romi) dengan Djan Faridz. Dia juga tak merasa kangen untuk kembali ke panggung politik.

"Nggak ada (kangen), generasinya sudah berbeda. Saya kira kalau terlibat lagi dosanya ada lagi. Serahkan ke yang muda-muda, keadaan kita akumulasi masa lalu," kata Hamzah.

(erd/nrl)


Berita Terkait