Pasangan suami istri tersebut sedang berada di kuil Erawan, Bangkok, Thailand, untuk beribadah. Begitu ada ledakan, keluarga pertama kali tahu lewat pemberitaan TV. Lalu mereka berusaha mengontak Lioe dan Hermawan.
"Kita lihat, hubungi ortu saya nggak ada yang ngangkat. Bisa dapat handphone papa saya. Nggak bisa ngomong jelas. Saya bicara sama orang Thailand, dalam bahasa Inggris dan dikasih tau di rumah sakit mana," kata Holy Indradjadja, anak pertama pasangan tersebut di rumah duka Heaven, Jl Pluit Raya, Jakarta Utara, Kamis (20/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hermawan dan Lioe memiliki tiga anak, dua perempuan dan satu laki-laki. Dari mereka, ada enam cucu, tiga perempuan dan tiga laki-laki.
Holy, mengatakan setiap tahun keluarganya memang kerap beribadah di Thailand. Tahun ini, Holy juga sempat berada di sana, namun pulang tanggal 17 Agustus. Sementara orangtuanya masih berada di sana.
Dengan adanya musibah ini, Holy mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pemulangan jenazah.
"Saya rasa pemerintah Thailand begitu banyak bantu, KBRI indonesia membantu kita. Terutama duta besar Indonesia di Thailand bantu keluarga saya cukup banyak dari proses pencarian hingga jenazah dipulangkan. Saya rasa sudah cukup untuk terima kasih saja," ucapnya. (mad/faj)










































