Abaikan AS, Rusia Teken Perjanjian Nuklir dengan Iran

Abaikan AS, Rusia Teken Perjanjian Nuklir dengan Iran

- detikNews
Jumat, 25 Feb 2005 11:35 WIB
Jakarta - Pemerintah Rusia mengabaikan tekanan Amerika Serikat soal isu nuklir Iran. Rusia justru akan menandatangani perjanjian dengan Iran, yang akan menandai dimulainya proyek pembangkit tenaga nuklir pertama di Iran.Kesepakatan tersebut akan diteken pada akhir pekan ini. Demikian seperti diberitakan Reuters, Jumat (25/2/2005).Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyetujui proyek reaktor Bushehr senilai US$ 1 miliar itu. Alasannya, Putin yakin bahwa Teheran -- yang dijuluki sebagai "poros setan" oleh Washington -- tidak berencana membuat senjata atom.Kepala energi nuklir Rusia, Alexander Rumyantsev akan pergi ke Iran untuk meneken perjanjian nuklir tersebut pada Sabtu (26/2/2005) besok waktu setempat.Sebelumnya, Washington telah berulang kali menyampaikan kekhawatirannya mengenai reaktor Bushehr 1.000-megawatt di Iran selatan itu. Dikhawatirkan proyek itu akan digunakan Iran untuk membuat senjata atom.Teheran membantah keras tuduhan tersebut. Ditegaskan bahwa reaktor tersebut semata-mata untuk pembangkit energi."Moskow sangat berniat untuk memulai proyek ini," ujar Vladimir Yevseyev, pakar non-proliferasi di lembaga Carnegie Endowment for International Peace di Moskow, Rusia."Meninggalkan proyek Bushehr akan menghancurkan hubungan diplomatik dengan Iran dan merusak posisi Rusia di wilayah tersebut," imbuhnya.Proyek Bushehr melibatkan ratusan insinyur dan ilmuwan Rusia. Reaktor buatan Rusia itu akan mencapai kapasitas penuh pada tahun 2006. (ita/)


Berita Terkait