Bagi anggota Komisi III DPR dari PD Ruhut Sitompul pernyataan Fahri itu merendahkan dirinya sendiri. Ruhut pun meminta pernyataan Fahri itu tidak disamaratakan ke semua anggota DPR.
"Masa kita bloon?" kata Ruhut kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beda lagi dengan anggota F-PDIP DPR Adian Napitupulu yang memprotes pernyataan keras Fahri Hamzah tersebut. Dia pun meminta Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR mengambil tindakan.
Pernyataan Fahri yang dipersoalkan adalah pernyataannya di sebuah diskusi di stasiun televisi swasta sebagai berikut:
Orang dalam demokrasi tidak dipilih karena disukai oleh pimpinan negara atau ditunjuk presiden, tapi dipilih oleh rakyatnya sendiri. Bukan karena dia cerdas tapi karena rakyat suka dia. Makanya kadang-kadang banyak orang datang ke DPR ini tidak cerdas, kadang-kadang mungkin kita bilang rada-rada bloon begitu. Tetapi dalam demokrasi, kita menghargai pilihan rakyat. Karena itu, kita memberikan kekuatan kepada otak dari orang-orang yang datang ke gedung ini dengan memberikan mereka staf, dengan memberikan sistem pendukung, pusat kajian, ilmuan, peneliti, dan lain-lain. Itulah cara kerja lembaga demokrasi. Ini tentunya memerlukan fasilitas.
Baca juga: Adian Napitupulu Protes Fahri Hamzah Sebut Anggota DPR Bloon di TV
Kini setelah pernyataannya jadi kontroversi, ia tak mau banyak bicara. "Saya tak mau tanggapi, itu tidak relevan," kata Fahri Hamzah saat dimintai tanggapannya atas protes Adian. Wawancara dengan Fahri terjadi di Gedung Nusantara III DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2015).
Namun petinggi PKS sudah memberikan penjelasan yang menenangkan. Wakil Ketua MPR dari PKS Hidayat Nurwahid yakin sekali Fahri tak berniat buruk.
"Kalaupun benar, saya yakin pernyataan itu tidak pernah dimaksudkan untuk mencemooh, untuk merendahkan. Sesama anggota DPR, sebagai orang-orang terhormat pastilah tidak dalam posisi merendahkan, apalagi Pak Fahri sebagai pimpinan DPR yang seharusnya memaksimalkan seluruh potensi yang ada di DPR," ujar Hidayat.
Lalu apakah persoalan ini akan menghilang atau jadi besar? Yang jelas siapa saja sosok anggota DPR yang disebut Fahri rada bloon masih misterius. (van/try)











































