Taufik Kurniawan ke Fahri: Semua Anggota DPR Cerdas, Tak Ada yang Bloon

Taufik Kurniawan ke Fahri: Semua Anggota DPR Cerdas, Tak Ada yang Bloon

Indah Mutiara Kami - detikNews
Kamis, 20 Agu 2015 13:52 WIB
Taufik Kurniawan ke Fahri: Semua Anggota DPR Cerdas, Tak Ada yang Bloon
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengingatkan koleganya, Fahri Hamzah. Taufik menegaskan bahwa tidak ada anggota DPR yang bloon karena para wakil rakyat sudah lolos tes.

"Mas Fahri sahabat saya. Kita perlu ingatkan, semua anggota DPR cerdas," kata Taufik di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2015).

Taufik menuturkan bahwa semua anggota DPR sudah mengikuti tes akademik dan tes kejiwaan di KPU. Semuanya pun lolos sehingga bisa duduk di Senayan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah lolos tes kesehatan jiwa, lolos tes akademik, jadi tidak ada anggota DPR yang bloon," ujar Waketum PAN ini.

Baca juga: Adian Napitupulu Protes Fahri Hamzah Sebut Anggota DPR Bloon di TV

Pernyataan Fahri Hamzah soal banyak anggota DPR yang rada bloon memang menuai protes, salah satunya dari anggota DPR F-PDIP Adian Napitupulu. Taufik pun menanggapi santai permintaan Adian agar Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) menindak Fahri.

"Itu (pernyataan Fahri) karena terlalu semangat saja. Biarkan saja," ucap Taufik.

Sebelumnya, dalam diskusi di salah satu TV swasta soal proyek DPR, Fahri menyebut anggota DPR bisa duduk di Senayan bukan karena cerdas namun karena disukai rakyat. Dia juga menyebut anggota DPR 'rada bloon' sehingga butuh bantuan dari staf.

Berikut pernyataan Fahri Hamzah dalam diskusi tersebut:

Orang dalam demokrasi tidak dipilih karena disukai oleh pimpinan negara atau ditunjuk presiden, tapi dipilih oleh rakyatnya sendiri. Bukan karena dia cerdas tapi karena rakyat suka dia. Makanya kadang-rayat banyak orang datang ke DPR ini tidak cerdas, kadang-kadang mungkin kita bilang rada-rada bloon begitu. Tetapi dalam demokrasi, kita menghargai pilihan rakyat. Karena itu, kita memberikan kekuatan kepada otak dari orang-orang yang datang ke gedung ini dengan memberikan mereka staf, dengan memberikan sistem pendukung, pusat kajian, ilmuan, peneliti, dan lain-lain. Itulah cara kerja lembaga demokrasi. Ini tentunya memerlukan fasilitas.

(imk/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads