Hal itu disampaikan Sekretaris Kabinet Pramono Anung di kantornya, Jalan Veteran, Jakpus, Kamis (20/8/2015). Saat itu Pramono memberi contoh kritisnya Gubernur DKI Basuki T Purnama saat rapat terbatas soal LRT.
Namun yang menjadi fokus dari Pramono adalah soal pendapat di dalam rapat. Meja rapat sudah seharusnya menjadi tempat segala perbedaan, bukan justru di ruang publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perbedaan setajam apapun diselesaikan di dalam ruang rapat, tidak untuk konsumsi publik," tandasnya. (mok/dra)











































