Seskab: Menteri Tak Harus Jadi 'Yes Men'

Seskab: Menteri Tak Harus Jadi 'Yes Men'

Moksa Hutasoit - detikNews
Kamis, 20 Agu 2015 13:21 WIB
Seskab: Menteri Tak Harus Jadi Yes Men
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Meski jadi anak buah presiden dan Wapres, seorang menteri tidak boleh menjadi sosok 'yes men'. Sesungguhnya perlu sebuah perbedaan dalam membahas kebijakan.

Hal itu disampaikan Sekretaris Kabinet Pramono Anung di kantornya, Jalan Veteran, Jakpus, Kamis (20/8/2015). Saat itu Pramono memberi contoh kritisnya Gubernur DKI Basuki T Purnama saat rapat terbatas soal LRT.

Namun yang menjadi fokus dari Pramono adalah soal pendapat di dalam rapat. Meja rapat sudah seharusnya menjadi tempat segala perbedaan, bukan justru di ruang publik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam membangun kita kan harus ada pandangan yang terbuka, apalagi dalam kondisi seperti ini. Nggak semuanya harus jadi yes men, tapi jangan kemudian perbedaan itu menjadi konsumsi publik yang menjadi persepsi publik bahwa ada kegaduhan ada perbedaan pendapat, padahal nggak seperti itu," papar Pramono.

"Perbedaan setajam apapun diselesaikan di dalam ruang rapat, tidak untuk konsumsi publik," tandasnya. (mok/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads