Kembangkan Pemindai Berbasis Medan Listrik, Dr Warsito Raih BJ Habibie Award

Kembangkan Pemindai Berbasis Medan Listrik, Dr Warsito Raih BJ Habibie Award

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Kamis, 20 Agu 2015 11:52 WIB
Kembangkan Pemindai Berbasis Medan Listrik, Dr Warsito Raih BJ Habibie Award
Foto: Yudhistira Amran
Jakarta - Presiden RI ke-3 BJ Habibie hari ini menghadiri acara penganugerahan Bacharuddin Jusuf Habibie Technology Award (BJHTA) ke-8. BJHTA merupakan penghargaan yang diberikan kepada pelaku teknologi yang berjasa, berprestasi, dan berdedikasi kepada bangsa dan negara Indonesia.

Acara digelar pada hari Kamis, (20/8/2015) di Auditorium Gedung BPPT, Jl.MH.Thamrin, Jakarta. Acara yang dimulai pada pukul 09.40 WIB ini dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Dalam sambutannya, Kepala BPPT Unggul Priyanto mengatakan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk komitmen BPPT dalam mendorong pelaku teknologi untuk lebih berinovasi. Penguasaan dan kemajuan teknologi juga merupakan tolak ukur suatu negara yang mempunyai kedigdayaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Acara ini merupakan sebuah komitmen BPPT untuk lebih mendorong pelaku teknologi dalam mengembangkan inovasi-inovasinya," ucap Unggul.

"Dan diharapkan dengan adanya penghargaan ini, masyarakat Indonesia dapat menguasai dan memajukan teknologi. Karena dengan kemajuan teknologi, suatu bangsa bisa dikatakan berdaya," lanjutnya.

Tahun ini penghargaan jatuh kepada Dr.Warsito Purwo Taruno, M.Eng. Ia merupakan ilmuwan Indonesia di dunia pengembangan teknologi tomografi.

"Dr.Warsito berhasil mengembangkan ECVT atau Electrical Capacitance Volume Tomography, sistem pemindai berbasis medan listrik statis yang telah diaplikasikan secara luas di dunia industru dan medis," jelasnya.

Unggul menambahkan, peraih penghargaan ini dipilih melalui penilaian yang didasarkan pada azas-azas inovasi. Azaz tersebut terdiri dari azas penemuan, kreatif, efisien, dan efektif, nilai tambah dan azas manfaat.

"Serta 10 poin kriteria penilaian yang menekankan pada peneliti, perekayasa untuk banyak menghasilkan inovasi tidak sebatas paper tetapi produk-produknya bisa dipakai masyarakat," tuturnya.

(yds/faj)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads