Rizal Ramli Tetap 'Rajawali' Meski Sedikit Bicara Banyak Kerja

Rizal Ramli Tetap 'Rajawali' Meski Sedikit Bicara Banyak Kerja

Erwin Dariyanto - detikNews
Kamis, 20 Agu 2015 11:08 WIB
Rizal Ramli Tetap Rajawali Meski Sedikit Bicara Banyak Kerja
Foto: Andhika Akbarayansyah
Jakarta - Rizal Ramli oleh salah satu sahabat dekatnya, Adhie Massardi, dijuluki sebagai 'rajawali'. Dan seekor burung rajawali di mana pun berada tetap menjadi rajawali, bukan burung murai. Menurut Adhie baik di luar maupun di dalam pemerintahan, Rizal Ramli tetap akan bersikap kritis dan membangun.  

Seperti setuju dengan julukan tersebut, Rabu malam kemarin di Istana Negara Rizal mengaku menggunakan jurus 'Rajawali Ngepret' untuk membenahi negara ini.

"Ini rajawali ngepret. Saya bawa angin dari luar yang kenceng ke dalam agar bawa perubahan. Ini theory of change," kata Rizal saat berbincang dengan sejumlah pemimpin redaksi media massa di Istana Negara, Rabu (19/8/2015) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun bagi pakar hukum tata negara Refly Harun, Rizal Ramli tak akan kehilangan julukan sebagai 'Rajawali' jika banyak bekerja sedikit bicara.

Menurut Refly, Rizal Ramli kini bukan lagi seorang pengamat yang berada di luar pemerintahan. Menjadi menteri dan menjadi seorang pengamat tentu dua hal yang berbeda. Seorang menteri dibalut fasilitas dan bisa jadi penghormatan dalam banyak kesempatan.  Itu semua adalah harga untuk mengikat dirinya agar ia lebih banyak bekerja ketimbang berbicara.
 
"Dan itu tidak berarti sosok yang dijuluki "rajawali" oleh rekannya, Adhie Massardi, ini menjadi "burung murai" bila banyak bekerja dan sedikit bicara," kata Refly dalam kolomnya di detikcom, Kamis (20/8/2015).  

Seperti diketahui, Rizal Ramli mulai dikenal publik sebagai pengamat dari lembaga think thank ekonomi Econit Advisory yang didirikannya. Dia kemudian masuk birokrasi dengan menjadi Kabulog, Menkeu, Menko Perekonomian dan sekarang Menko Kemaritiman. Semasa menuntut ilmu di S1 ITB, Rizal dikenal sebagai aktivis yang mengkritik Orba sehingga pernah dipenjara.

(erd/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads