Seperti setuju dengan julukan tersebut, Rabu malam kemarin di Istana Negara Rizal mengaku menggunakan jurus 'Rajawali Ngepret' untuk membenahi negara ini.
"Ini rajawali ngepret. Saya bawa angin dari luar yang kenceng ke dalam agar bawa perubahan. Ini theory of change," kata Rizal saat berbincang dengan sejumlah pemimpin redaksi media massa di Istana Negara, Rabu (19/8/2015) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Refly, Rizal Ramli kini bukan lagi seorang pengamat yang berada di luar pemerintahan. Menjadi menteri dan menjadi seorang pengamat tentu dua hal yang berbeda. Seorang menteri dibalut fasilitas dan bisa jadi penghormatan dalam banyak kesempatan. Itu semua adalah harga untuk mengikat dirinya agar ia lebih banyak bekerja ketimbang berbicara.
Â
"Dan itu tidak berarti sosok yang dijuluki "rajawali" oleh rekannya, Adhie Massardi, ini menjadi "burung murai" bila banyak bekerja dan sedikit bicara," kata Refly dalam kolomnya di detikcom, Kamis (20/8/2015). Â
Seperti diketahui, Rizal Ramli mulai dikenal publik sebagai pengamat dari lembaga think thank ekonomi Econit Advisory yang didirikannya. Dia kemudian masuk birokrasi dengan menjadi Kabulog, Menkeu, Menko Perekonomian dan sekarang Menko Kemaritiman. Semasa menuntut ilmu di S1 ITB, Rizal dikenal sebagai aktivis yang mengkritik Orba sehingga pernah dipenjara.
(erd/nrl)











































