Fahri Sebut Banyak Anggota DPR Rada Bloon, MKD: Silakan Adukan

Fahri Sebut Banyak Anggota DPR Rada Bloon, MKD: Silakan Adukan

Indah Mutiara Kami - detikNews
Kamis, 20 Agu 2015 10:28 WIB
Fahri Sebut Banyak Anggota DPR Rada Bloon, MKD: Silakan Adukan
Foto: CNNIndonesia/Christie Stefanie
Jakarta - Anggota DPR F-PDIP Adian Napitupulu meminta Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR menindaklanjuti pernyataan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang menyebut banyak anggota DPR rada bloon. MKD siap menindaklanjuti bila ada laporan tersebut.

"Ya kalau ada bukti, ada pengaduan, kita akan musyawarahkan dengan pimpinan," kata Ketua MKD Surahman Hidayat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2015).

Surahman yang merupakan politikus PKS ini menyatakan bahwa pihaknya akan menunggu laporan terlebih dahulu. Anggota DPR atau masyarakat yang keberatan dengan pernyataan Fahri itu diminta tak segan-segan mengadu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentu kalau ada pihak yang keberatan, baik itu anggota DPR atau masyarakat, silakan mengadukan," ucap Surahman.

Suatu pelanggaran pastinya akan diikuti dengan sanksi. Namun, Surahman belum mau memperkirakan sanksi untuk Fahri Hamzah.

"Jangan dulu bicara sanksi. Bicara dulu fakta," ujarnya.

Baca juga: Adian Napitupulu Protes Fahri Hamzah Sebut Anggota DPR Bloon di TV

Pernyataan Fahri itu disampaikan dalam diskusi di salah satu TV swasta terkait 7 pembangunan proyek DPR. Dia menyebut anggota DPR bisa duduk di Senayan bukan karena cerdas namun karena disukai rakyat. Dia juga menyebut anggota DPR 'rada bloon' sehingga butuh bantuan dari staf.

Adian geram dengan pernyataan Fahri itu. Dia pun meminta MKD tidak tinggal diam.

"Saya harap Mahkamah Kehormatan Dewan tidak membiarkan martabat DPR dan 559 anggotanya direndahkan pimpinannya sendiri, karena bagaimana mungkin orang lain menghormati DPR jika pimpinannya sendiri tidak menghargai anggota dan institusi DPR," ungkap Adian.

Berikut pernyataan Fahri Hamzah dalam diskusi tersebut:

Orang dalam demokrasi tidak dipilih karena disukai oleh pimpinan negara atau ditunjuk presiden, tapi dipilih oleh rakyatnya sendiri. Bukan karena dia cerdas tapi karena rakyat suka dia. Makanya kadang-rayat banyak orang datang ke DPR ini tidak cerdas, kadang-kadang mungkin kita bilang rada-rada bloon begitu. Tetapi dalam demokrasi, kita menghargai pilihan rakyat. Karena itu, kita memberikan kekuatan kepada otak dari orang-orang yang datang ke gedung ini dengan memberikan mereka staf, dengan memberikan sistem pendukung, pusat kajian, ilmuan, peneliti, dan lain-lain. Itulah cara kerja lembaga demokrasi. Ini tentunya memerlukan fasilitas.

Fahri juga sudah bicara soal protes Adian Napitupulu. "Saya tak mau tanggapi, itu tidak relevan," kata Fahri Hamzah saat dimintai tanggapannya atas protes Adian. Wawancara dengan Fahri terjadi di Gedung Nusantara III DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2015). (imk/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads