"Kami akan cek dulu, akan kami lihat dulu konteksnya, kontennya. Saya kira kami perlu mengecek agar tidak menghadirkan kontroversi yang lain," kata Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid kepada wartawan, Kamis (20/8/2015).
Meski belum mengecek video pernyataan Fahri, namun Hidayat yakin Fahri tak berniat mencemooh anggota DPR. Hidayat yakin Fahri sadar posisinya sebagai pimpinan DPR yang harus mengayomi semua anggota DPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Adian Napitupulu Protes Fahri Hamzah Sebut Anggota DPR Bloon di TV
Hidayat juga berharap agar polemik ucapan itu bisa diselesaikan secara kekeluargaan di DPR. Mantan Presiden PKS ini berharap agar soal ucapan itu tak menjadi kontroversi dan dibahas luas di luar DPR.
"Saat ini kan kita sudah diramaikan dengan Pak Rizal Ramli. Jagad kita sekarang sudah dipenuhi beragam hal yang memberikan kontroversi," ujar Hidayat.
Pernyataan Fahri itu disampaikan dalam diskusi di salah satu TV swasta terkait 7 pembangunan proyek DPR. Dia menyebut anggota DPR bisa duduk di Senayan bukan karena cerdas namun karena disukai rakyat. Dia juga menyebut anggota DPR 'rada bloon' sehingga butuh bantuan dari staf.
Video diskusi Fahri di televisi itu diunggah ke situs berbagi video Youtube. Pernyataan Fahri ada di sekitar menit ke-9. Berikut transkrip pernyataan Fahri:
"Orang dalam demokrasi tidak dipilih karena disukai oleh pimpinan negara atau ditunjuk presiden, tapi dipilih oleh rakyatnya sendiri. Bukan karena dia cerdas tapi karena rakyat suka dia. Makanya kadang-rayat banyak orang datang ke DPR ini tidak cerdas, kadang-kadang mungkin kita bilang rada-rada bloon begitu. Tetapi dalam demokrasi, kita menghargai pilihan rakyat. Karena itu, kita memberikan kekuatan kepada otak dari orang-orang yang datang ke gedung ini dengan memberikan mereka staf, dengan memberikan sistem pendukung, pusat kajian, ilmuan, peneliti, dan lain-lain. Itulah cara kerja lembaga demokrasi. Ini tentunya memerlukan fasilitas," kata Fahri dalam diskusi itu.
Fahri juga sudah bicara soal protes Adian Napitupulu. "Saya tak mau tanggapi, itu tidak relevan," kata Fahri Hamzah saat dimintai tanggapannya atas protes Adian. Wawancara dengan Fahri terjadi di Gedung Nusantara III DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2015). (tor/van)











































