"Intinya anggota yang demo tidak puas dengan kepemimpinan Kapolres. Kata mereka Kapolresnya keras. Setahun lalu ada yang dipukul oleh Kapolres dan saya konfirmasi ke Kapolresnya betul kejadian itu tahun lalu," kata Kapolda Papua Barat Brigjen Royke Lumoa pada detikcom, Kamis (20/8/2015).
Pada Royke, Alexander mengaku memukul bawahannya karena ketahuan mabuk dan sudah ditegur berkali-kali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan berdasarkan laporan yang diterimanya, banyak perilaku Alexander yang tidak dengan bawahannya. Salah satu masalah yang dikeluhkan yakni para anggotanya menduga banyak anggaran yang dipangkas oleh Alexander sehingga yang mereka terima lebih sedikit.
Akhirnya para anggota ini berdemo di depan Mapolres Sorong Selatan pada Selasa (18/8) lalu. Meski tak ada keributan berarti, Royke, Dirpropam Polda Papua Barat dan Komandan Detasemen C Brimob Sorong Kompol Madun Narwawan langsung mendatangi Mapolres Sorong Selatan dan menyelidiki lebih dalam terkait dugaan tersebut.
Royke menyebut ia sudah mengganti sementara Alexander dengan Madun Nawawan hingga proses penyelidikan selesai. Karena sudah ada pengganti sementara, fungsi pelayanan masyarakat sudah kembali berjalan. Β
"Untuk fungsi pelayanan tidak terganggu pasca demonstrasi," pungkasnya. (mnb/dha)











































