"Saya ingin sekali punya rumah sakit sendiri," tutur Nila, Rabu (19/8/2015).
Jemaah haji Indonesia adalah yang terbesar dengan jumlahnya mencapai 155.200 orang tahun ini. Keberadaan RS di Arab Saudi sangat sesuai dengan kondisi demografi jemaah haji Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indonesia bukan tanpa usaha mewujudkan mimpi ini. Sejumlah pejabat setempat sudah didatangi tetapi hasilnya buntu.
"Kita bertemu menteri haji. Orangnya baik, santun. Beliau minta maaf saat ini sudah ada aturan dari negaranya," kata Nila.
Arab Saudi berpendapat semua orang yang datang ke Tanah Suci adalah tamu Allah. Merupakan kewajibannya untuk melayani tamu-tamu Allah itu.
Salah satu alasan lain kenapa hanya ada balai pengobatan, bukan RS adalah standardisasi. Bahkan Nila berpesan agar petugas kesehatan haji menggunakan standard internasional dalam memberikan pelayanan kepada jemaah.
"Standard internasional tolong diperhatikan. Jangan sampai ditutup balai pengobatannya. Nanti kita nggak punya apa-apa lagi," ujarnya. (gah/dhn)











































