Hardisk-gate di Gedung DPR
Setjen Jangan Hanya Diam
Jumat, 25 Feb 2005 10:31 WIB
Jakarta - Pencurian hardisk komputer anggota DPR di ruang kerjanya sepertinya kurang disikapi serius oleh setjen (sekretariat jenderal) DPR. Sebaiknya, setjen segera membenahi sistem yang ada. Jangan dibiarkan saja, karena bisa berbahaya. Hal ini disampaikan anggota DPR yang juga penasihat Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) Didik J Rachbini saat dihubungi detikcom, Jumat (25/2/2005). Dari enam korban pencurian hardisk, dua di antaranya adalah anggota F-PAN, Alvin Lie dan Nazamuddin. Menurut Didik, saat ini belum ada sikap resmi FPAN tentang pencurian hardisk ini. Namun, kata dia, seharusnya setjen DPR segera membenahi sistem di gedung DPR. "Setjen DPR harus membuat sistem agar tamu-tamu yang berkunjung ke DPR tercatat. Jadi, nanti diketahui orang ini mau ke siapa, untuk kepentingan apa," ungkapnya. Bisa jadi, kata dia, pencurian hardisk ini karena longgarnya dan bebasnya tamu-tamu yang keluar masuk ke gedung DPR, termasuk ke ruang-ruang kerja anggota DPR. "Saat ini yang terjadi, situasi di gedung DPR seperti pasar. Memang, kalau terlalu ketat sulit, kalau terlalu longgar, ya tidak baik juga. Karena itu, Setjen harus memikirkan sistemnya," ujarnya. Menurut Didik, sistem itu juga jangan sampai membuat kesempatan para konstituen jadi hilang. "Saat ini, komunikasi sudah bisa dilakukan dengan banyak cara. Ya kita buka komunikasi lewat telepon, SMS, internet, dan lain-lain. Tapi, memang face to face memang tetap diperlukan. Karena itu, sebaiknya di gedung DPR dibuat ruang khusus untuk menemui konstituen misalnya," ujarnya. Didik sendiri menganggap, bila kasus pencurian hardisk ini dibiarkan, maka tentu akan berbahaya. Karena itu, segera dilakukan antisipasi, agar kasus pencurian hardisk seperti ini tidak terulang lagi. "Memang kalau dilihat, hardisk harganya tidak seberapa. Tapi, data-data dan dokumen ini yang luar biasa. Karena memang, biasanya anggota-anggota DPR menyimpan data-data di tempat itu. Kita berharap Setjen paham dengan ini, sehingga manajemennya bisa profesional," ungkapnya.
(asy/)











































