Meski tidak detil, anggota tim komunikasi presiden Teten Masduki menceritakan bagaimana suasana jika rapat paripurna hingga ratas digelar. Meski sebagai pembantu presiden, bukan berarti para menteri langsung menyetujui saja.
"Saya kira sangat bagus menunjukkan dalam rapat kabinet itu sangat demokratis. Artinya ada kontestasi gagasan. Bukan berarti instruksi presiden itu langsung kemudian semua ngikutin, tidak," kata Teten, Rabu (19/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sehingga tidak mudah mengambil putusan itu karena ada perbedaan atau pandangan dalam kementerian," lanjutnya.
Seharusnya forum rapat seperti inilah yang digunakan para menteri untuk mengkritisi kebijakan. Bukan dengan mengumbar ke media dan berbicara di depan publik.
"Agar kalau memberikan saran masukan kritik yang berguna agar pemerintahan lebih baik sebaiknya disampaikan dalam rapat kabinet, terbatas atau secara langsung antar menteri dan presiden. Tapi tidak diumbar di media karena itu kurang bagus. Kegaduhan itu bisa ditafsirkan ada perpecahan yang sebenarnya tidak ada," tandasnya. (mok/dra)










































