Saat Menteri Rapat dengan Presiden: Banyak Beda Pendapat dan Saran

Saat Menteri Rapat dengan Presiden: Banyak Beda Pendapat dan Saran

Moksa Hutasoit - detikNews
Rabu, 19 Agu 2015 17:58 WIB
Saat Menteri Rapat dengan Presiden: Banyak Beda Pendapat dan Saran
Foto: Setpres Cahyo
Jakarta - Presiden Jokowi rutin mengadakan pertemuan dengan para menterinya untuk membahas satu hal. Bagaimana suasana rapat saat hendak memutus sesuatu?

Meski tidak detil, anggota tim komunikasi presiden Teten Masduki menceritakan bagaimana suasana jika rapat paripurna hingga ratas digelar. Meski sebagai pembantu presiden, bukan berarti para menteri langsung menyetujui saja.

"Saya kira sangat bagus menunjukkan dalam rapat kabinet itu sangat demokratis. Artinya ada kontestasi gagasan. Bukan berarti instruksi presiden itu langsung kemudian semua ngikutin, tidak," kata Teten, Rabu (19/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Teten, hal yang lumrah dalam setiap rapat terjadi perdebatan. Termasuk saran hingga penajaman konsep, itu sering terjadi dalam rapat.

"Sehingga tidak mudah mengambil putusan itu karena ada perbedaan atau pandangan dalam kementerian," lanjutnya.

Seharusnya forum rapat seperti inilah yang digunakan para menteri untuk mengkritisi kebijakan. Bukan dengan mengumbar ke media dan berbicara di depan publik.

"Agar kalau memberikan saran masukan kritik yang berguna agar pemerintahan lebih baik sebaiknya disampaikan dalam rapat kabinet, terbatas atau secara langsung antar menteri dan presiden. Tapi tidak diumbar di media karena itu kurang bagus. Kegaduhan itu bisa ditafsirkan ada perpecahan yang sebenarnya tidak ada," tandasnya. (mok/dra)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini