Tjahjo: Rizal Ramli Harus Ingat Sudah Bukan LSM, Tapi Pembantu Presiden

Tjahjo: Rizal Ramli Harus Ingat Sudah Bukan LSM, Tapi Pembantu Presiden

Tya Eka Yulianti - detikNews
Rabu, 19 Agu 2015 17:10 WIB
Tjahjo: Rizal Ramli Harus Ingat Sudah Bukan LSM, Tapi Pembantu Presiden
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengomentari kritikan dari Menko Kemaritiman Rizal Ramli pada Wapres JK yang saat ini tengah menjadi buah bibir. Menurut Tjahjo, seharusnya menteri di kabinet punya etika untuk menyampaikan sesuatu dan loyal pada pimpinan.

Hal itu disampaikan Tjahjo saat ditemui usai menghadiri rapat paripurna istimewa Hari Jadi Provinsi Jabar di Gedung DPRD Jabar Jalan Diponegoro, Rabu (19/8/2015).

"Saya kira sesama menteri menyampaikan kritik silahkan, ada yang terbuka ada yg tertutup. Saya juga pernah statement, ada menteri yang sudah keterlaluan, saya kan enggak sebut nama, tapi saya mengingatkan. Ada gubernur yang main sendiri, saya ingatkan, jangan dong apapun harus satu mitra," ujar Tjahjo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga Infografis: Rizal Ramli 'Melawan' Jokowi-JK

Ia pun memaklumi gaya bicara Rizal, dan menurutnya JK pun mengetahunya. Namun ia menyatakan ada etika dalam menyampaikan kritik dan etika berpolitik.

"Pak Rizal ya saya kira itu gayanya Pak Rizal. Pak JK juga paham itu gayanya Pak Rizal. Tapi ada etika dalam berpolitik, etika sesama teman. Misalnya saya mengkritik pers itu hak saya. Tapi kan enggak perlu saya sebut medianya," tuturnya.

Lalu apakah kritik terhadap Rizal pada JK tersebut dinilai Tjahjo dinilai masih wajar? Tjahjo hanya mengomentari jika seharusnya seorang menteri sebagai pembantu presiden harus loyal pada pimpinannya.

"Saya nggak begitu komentar. Tapi kalau saya pribadi, pada pimpinan saya harus loyal. Apa yang dikatakan presiden, apa yang dikatakan wapres saya sebagai pembantu presiden harus loyal. Soal saya beda pendapat kan ada forum diskusi kecil yang tidak perlu terbuka. Sekarang harus ingat posisi Pak Rizal bukan sebagai LSM. Dia pembantu presiden, harus ingat, dia sudah diambil sumpah jabatan oleh presiden, di mana presiden juga termasuk wakil presiden. Ini gaya aja, harus menyesuaikan, beliau terlalu lama bergaya LSM," kata Rizal.

(tya/tor)


Berita Terkait