Hingga saat ini, istri, anak, dan keluarga besar Mario masih menunggu kabar kedatangan jenazah. Rabu (19/8/2015) siang, istri Mario, Rani Annisa (33), tampak terpukul dan terkulai lemas di kamarnya sambil menatap foto sang suami.
Mario berangkat ke kantornya daerah Papua pada Jumat (14/8/2015). Sebelum kejadian, dia sempat berkomunikasi dengan pihak keluarga pada hari Minggu (16/8). Hari itu, pesawat dikabarkan hilang kontak, dan kemudian dinyatakan jatuh di Pegunungan Bintang, Papua. Seluruh penumpang dan kru tewas dalam kejadian tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang kami sedang tunggu kabar dari Papua. Keluarga sudah ikhlas," lanjutnya.
Zakaria menyebutkan, kakaknya sangat terpukul dan shock sehingga belum bisa ditemui. Keluarga memantau perkembangan tentang tragedi Trigana Air dan para penumpangnya dari media massa, Basarnas, dan manajemen Trigana.
Segala persiapan untuk menyambut datangnya jasad almarhum sudah terlihat di rumah duka. Para handai-taulan, kerabat Mario tampak menanti.
Mario sudah bekerja selama 8 tahun di Trigana Air. Dia adalah mekanik dari Jurusan Teknik Penerbangan Universitas Surya Dharma jurusan Teknik Penerbangan Aeronautika Halim Perdana Kusuma angkatan 1998. Keluarga tidak mendapatkan firasat apapun terkait nasib Mario. Mereka sudah menyerahkan foto, golongan darah, atau data lainnya untuk proses identifikasi.
(try/try)










































