Asap Menebal, Kendaraan di Pekanbaru Nyalakan Lampu

Asap Menebal, Kendaraan di Pekanbaru Nyalakan Lampu

- detikNews
Jumat, 25 Feb 2005 09:55 WIB
Pekanbaru - Kondisi kabut asap akibat pembakaran lahan di Riau kian hari tambah parah. Buntutnya pengendara kendaraan bermotor harus menghidupkan lampu di jalanan ibukota Riau, Pekanbaru.Lampu ini wajib dinyatakan karena jarak pandang kian memburuk. Kalau sehari sebelumnya jarak pandang maksimal 500 meter, Jumat (25/2/2005) sejak pukul 06.30 WIB, jarak pandang maksimal 100-200 meter.Sementara itu, hingga saat ini belum ada instruksi bagi para pelajar untuk libur. Pantauan detikcom menunjukkan, masih banyak anak sekolah yang melakukan aktivitas belajar seperti biasa.Namun ada juga sejumlah sekolah swasta yang mengambil inisiatif untuk memulangkan siswanya. Tapi uniknya, para siswa tidak pulang ke rumah masing-masing. Mereka malah nongkrong di jembatan penyeberangan sambil melihat 'perkembangan' kabut asap. Suasana Pekanbaru mendung bak akan hujan. Sinar matahari tidak mampu menerobos mendung.Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Ekmal Rusdi yang dikontak detikcom menyatakan, kondisi asap saat ini sudah sangat buruk untuk kesehatan. Dia mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas luar ruang utamanya bagi balita."Sebab partikel debu akibat pembakaran lahan sangat berbahaya bagi balita yang sangat rentan dengan segala jenis penyakit," kata Ekmal. Di samping itu, pihaknya sudah merekomendasikan agar siswa TK dan SD diliburkan.Sementara, laporan dari Dinas Kesehatan menunjukkan angka penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) di Pekanbaru meningkat tajam. Tahun sebelumnya, dalam setahun hanya 343 kasus. Sedangkan tahun 2005 yang baru berjalan 2 bulan, ISPA sudah 549. "Angka ini akan bertambah bila kondisi asap tak teratasi," kata Ekmal.Saat ini Departemen Kehutanan Pekanbaru tengah membagikan 1.000 masker pada pengguna jalan di depan kantornya di Jl Sudirman. Jumlahnya 1.000 unit. (nrl/)


Berita Terkait