Hal itu dinyatakan Ali Nurdin, salah seorang siswa SDN 3 Rusip Antara saat menyampaikan suara hatinya di depan perwakilan pemerintah setempat setelah mengikuti perlombaan lari estafet melalui program Race For Survival 2015 yang diselenggarakan oleh Save the Children.
Dalam isi petisi anak anak SD tersebut menyebutkan, selain meminta kepada pemerintah tempat sekolah yang sehat, mereka juga meminta kepada pemerintah agar di tanah gayo ini dapat dijadikan sebagai percontohan sekolah sehat untuk di Aceh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Acara yang berlangsung di lapangan Musara Alun, Aceh Tengah itu terlihat semarak. Anak-anak SD bersemangat ikut lari estafet. Malah ada sebagian anak-anak berkebutuhan khusus antusias mengikuti perlombaan tersebut.
Program Manajer Aceh Office Save The Children, Aduma L Situmorang mengatakan, pada tahun 2015 ini Save The Chidren mengangkat tema Indonesia belajar sehat dan pintar. Di mana pada saat anak berlari akan membawa pesan untuk para pemerintah kita.
"Jadi memontum bagi kita di sini, bagaimana melibatkan anak dalam berpartisipasi untuk menyuarakan pendapatnya termaksud pembangunan Indonesia," kata Aduma.
Menurutnya, ada empat hak yang harus didapatkan anak-anak tersebut. Di antaranya hak untuk hidup, hak untuk berkembang, hak untuk dilindunggi dan hak berpartisipasi. Save The Children hanya untuk mewadahi dalam memberikan peluang kepada anak terkait pembangunan di Aceh Tengah.
"Suara rakyat yang di Aceh Tengah ini akan kita bawa ke Jakarta pada hari puncak yakni tanggal 29 Desember 2015 di depan Menteri Kesehatan" ujarnya.
Selain lari estafet, panitia juga menyelenggarakan perlombaan cuci tangan bersih. Acara tersebut dihadiri oleh Sekda Aceh Tengah serta unsur Muspida dan SKPD di Aceh Tengah. (mad/mad)











































