"Enggak masalah kan kalau saya mengkritik terus. Saya kan kritik untuk pembangunan, gitu aja kok ribet banget sih?" kata Rizal di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2015) kemarin.
Rizal Ramli melontarkan sejumlah pernyataan kontroversi terkait program pemerintah. Pertama Rizal pernah melontarkan pendapat terkait maskapai Garuda Indonesia yang membeli 30 pesawat tipe Airbus 350 XWB. Dia berpendapat bahwa pesawat tipe itu hanya cocok untuk penerbangan jauh sehingga akan merugikan secara bisnis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu tugasnya menteri, menko untuk mencarikan solusi, mencari jalan keluar, setiap masalah yang dihadapi oleh investasi investor," kata Jokowi di arena Indonesia EBTKE Conex 2015 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2015).
Teguran untuk Rizal Ramli tak hanya datang dari Presiden Jokowi, Wapres Jusuf Kalla pun melontarkan peringatan keras untuk mantan pengamat tersebut. JK mengingatkan Rizal bahwa menteri harus banyak akal dan tidak melontarkan pernyataan yang tak dipahaminya.
Pernyataan JK dibalas tantangan Rizal Ramli untuk debat terbuka di hadapan masyarakat. JK pun hanya terkekeh menanggapi tantangan Rizal, JK malah akan memanggil Rizal Ramli untuk dimintai penjelasan.
Saat kondisi semakin memanas, Rizal Ramli tak lantas 'mengalah' begitu saja. Rizal tak meluruskan pernyataannya kepada Presiden dan Wapres, namun malah menunjukkan dukungan sahabat-sahabatnya di luar pemerintahan.
"Baca saja tulisannya Mas Adhie," kata Rizal Ramli saat ditanya tentang teguran Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla kepada dirinya, usai bertemu Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Rabu (19/8/2015).
Adhie Massardi adalah sahabat Rizal Ramli selama menjadi pengamat, Adhie juga ikut Gerakan Indonesia Bersih yang kerap mengkritisi pemerintah. Pernyataan Andie rupaya makin memanaskan situasi, betapa tidak, ia menyebut Wapres JK yang memantik kegaduhan politik ini.
Berikut tulisan Adhie yang dimaksud Rizal Ramli yang diberi judul 'Kegaduhan di Kabinet Pasca Reshuffle, Kalau Saja Pak JK Negarawan':
Kalau saja Pak JK hadir sebagai negarawan, yang tindak-tanduknya hanya demi kemaslahatan rakyat, negara dan bangsa, dan tidak memiliki konflik kepentingan, tak akan muncul kegaduhan politik di level kabinet seperti sekarang.
Pak JK itu kan Wapres, dan pejabat negara paling senior (sepuh) di republik ini. Sesuai usianya, seharusnya lebih bijak dalam menyikapi saran dan gagasan perbaikan pemerintahan, dari mana pun datangnya. Sehingga jadi teladan bagi anggota kabinet lainnya. Tidak malah menanggapinya secara emosional.
Baca juga Infografis: Rizal Ramli 'Melawan' Jokowi-JK
Pak JK seharusnya memelopori perubahan mental masyarakat yang apabila mendengar gagasan yang benar, bukannya segera dilaksanakan, tapi mempersoalkan siapa dan bagaimana cara menyampaikannya. Padahal gagasan kebenaran tetaplah gagasan kebenaran, meskipun disampaikan Menko Kemaritiman dengan cara yang dianggap tidak lazim.
Presiden AS Franklin D Roosevelt tidak akan bisa mengakhiri PD II kalau tidak merespon gagasan Albert Einstein, ilmuwan urakan rambut awut-awutan, yang disampaikan hanya lewat surat. Tapi sejarah mencatat, surat itu gagasan bikin bom atom yang kemudian dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki, sebagai penutup PD II.
Bangsa Jepang yang feodalistik tidak akan semaju sekarang kalau tidak merespon gagasan Sakichi Toyoda, anak tukang kayu miskin, pendiri industri otomotif merk Toyota, pendorong Negeri Matahari Terbit menuju negara industri terkemuka di muka bumi.
Bahkan mungkin kita akan tetap hidup dalam kegelapan kalau tetap berkutat pada cara pandang siapa dan bagaimana cara gagasan disampaikan. Karena temuan lampu pijar dan kelistrikan dikembangkan Thomas Alva Edison, orang Amerika yang tuli itu.
Makanya, bangsa Indonesia harus segera mengubah mental itu. Menghormati gagasan kebenaran, dan bukan mempersoalkan siapa dan bagaimana cara gagasan itu dilontarkan. Pak Jusuf Kalla bisa jadi pelopor perubahan mental itu. Adhie M Massardi
Lalu apakah Presiden dan Wapres akan diam saja melihat Rizal Ramli yang seolah unjuk gigi ini? (van/try)










































