Heli Terhambat Cuaca, Tim SAR Jalan Kaki untuk Evakuasi Korban Trigana

Heli Terhambat Cuaca, Tim SAR Jalan Kaki untuk Evakuasi Korban Trigana

Wilpret Siagian - detikNews
Rabu, 19 Agu 2015 13:57 WIB
Heli Terhambat Cuaca, Tim SAR Jalan Kaki untuk Evakuasi Korban Trigana
Foto: Basarnas Heronimus Guru
Jayapura - Evakuasi korban dilakukan dengan jalan kaki karena helikopter yang dipersiapkan mengevakuasi korban terhalang cuaca. Hingga pukul 12.00 Wit, ada 6 jenazah yang diangkut oleh Tim SAR dibantu masyarakat setempat.

Kepala Penerangan Kodam XVII/ Cenderawasih, Letkol Inf Teguh Pudji Raharjo, mengungkapkan, setelah evakuasi dengan heli tidak memungkinkan dilakukan sejak pagi, Pangdam XVII/Cenderawasih memberikan 3 opsi evakuasi. Pertama tetap menggunakan heli dengan menunggu cuaca membaik, kedua menggunakan darat sampai pada tempat yang bisa dicapai kendaraan, dan terakhir berjalan kaki hingga ke posko di Bandara Oksibil.

"Dari laporan pihak Kodim di sana, cuaca masih ekstrem, sehingga opsi ketiga dilakukan. Sebelum pukul 12.00 Wit sudah 4 jenazah diangkut dengan berjalan kaki. Satu jenazah dibawa oleh 15 orang," katanya di Base OPS Lanud Bandara Sentani, Jayapura, Rabu (19/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah jam 12.00 Wit, dua jenazah kembali dibawa 30 orang dari lokasi menuju Oksibil.  "Namun sampai saat ini belum ada informasi apakah (tim SAR) sudah tiba di Oksibil atau belum. Belum dapat di konfirmasi, tetapi mereka sudah dalam proses perjalanan menuju Oksibil," tandasnya.

Dikatakan, berdasarkan informasi yang dapatkan, cuaca masih berkabut dan hujan. "Kalau pesawat bisa mendarat di bandara, tetapi heli menuju lokasi jatuhnya pesawat tidak bisa terbang," katanya.

Lama perjalanan darat dari lokasi jatuhnya pesawat ke kota Oksibil di perkirakan 5-6 jam, dimana berjalan kaki sekitar 4 -5 jam, dan naik kendaraan  truk sekitar 1 jam. (try/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads