"Indonesia ini manajemennya yang tidak benar. Ketika seorang insinyur ketemu saya, teman saya, insinyur pertanian kerja di bank," kata Megawati saat berpidato di acara Penganugerahan Gelar Perekayasa Utama Kehormatan untuk Dr (HC) Jacobus Busono di Gedung BPPT, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (19/8/2015).
Menurut Mega, orientasi rakyat Indonesia masih hanya sekadar gelar. Setelah punya gelar, lalu mencari pekerjaan untuk menghasilkan uang, tak peduli ilmu yang didapat di bangku kuliah sama atau tidak dengan bidang pekerjaannya. Mega mengkritik cara berpikir seperti ini. Cara berpikir seperti itu diperburuk dengan maraknya ijazah palsu di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih jauh, Megawati juga meminta Pemerintah lebih menaruh perhatian terhadap pendidikan anak-anak yang kurang mampu. Pemerintah, kata Mega, harus bisa menyediakan fasilitas pendidikan bagi anak-anak kurang mampu, baik yang ada di kota, maupun yang tinggal di daerah. Megawati lalu menceritakan keberhasilannya mendidik dua anak kurang mampu dari daerah.
"Yang satu hampir menjadi dokter di Unpad, yang satunya baru masuk tes ITB," tutur Megawati yang disambut tepuk tangan hadirin. (tor/erd)











































