Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Papua yang juga DVI Commander untuk Trigan Air, Komisaris Besar Ramon Amiman mengatakan hingga hari ini sudah terkumpul data antemortem dari 51 korban kecelakaan Trigana Air.
"Namun untuk sampel DNA kami baru menerima 16 sampel pembanding, karena dari 51 yang memberikan data antemortem, bukan keturunan langsung dengan korban," kata Ramon saat dihubungi detikcom, Rabu (19/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga Infografis: Petaka Trigana Air di Pegunungan Papua
Guna mempercepat proses pengumpulan sampel pembanding DNA, tim DVI akan jemput bola kepada para keluarga korban untuk meminta sampel pembanding tersebut.
Dihubungi terpisah, Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) Polri Brigjen Arthur Tampi mengatakan, pengambilan sampel DNA adalah untuk lebih memastikan identitas korban, apabila data primer korban tidak bisa mengidentifikasi jenazah. Data primer yang dimaksud adalah struktur gigi, sidik jari, atau rekam medis korban.
"Kalau sampai melakukan pemeriksaan DNA, keluarga harap bersabar menunggu. Prinsip kerja DVI tidak boleh salah identifikasi jasad orang, jadi kami melakukan identifikasi sesuai standar internasional," ujar Arthur. (ahy/nwk)











































