proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT). Ia berencana rapat dengan Menko Perekonomian Darmin Nasution.
"LRT sudah mulai ada titik temu besok rapat lagi dengan Menko," ujar Ahok di Pasar Manggis, Jl Guntur, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (19/8/2015).
Menurut Ahok, Menhub Ignasius Jonan sudah sepaham terkait pembangunan proyek LRT sehingga tidak lagi ada masalah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, perlu ada kejelasan soal konsekuensi penggunaan lahan Pemprov untuk Proyek LRT. Salah satunya adalah soal jaminan bila proyek LRT mangkrak atau gagal maka Pemprov berhak untuk membongkar itu.
Ahok mengatakan BUMD PT Jakarta Propertindo (PT Jakpro) bisa menggarap proyek LRT. Hal ini menjadi opsi agar target beroperasinya LRT bisa tercapai saat Asian Games 2018.
"Ya sudah kalau mau cepat kita tugasin saja BUMD yang bagun. Kalau PMP (Penyertaan Modal Pemerintah) kan semua PMP nggak cukup. Kita PMP kan atau pinjamin duitnya kamu bangun dulu balikinnya dalam bentuk barangnya sehingga semua prasarana jalan yang ada milik Pemda. Pemerintah pusat juga gitu," kata Ahok.
"Siapa pun yang menang jadi operator, dia bisa pakai seluruh jalan. Pemerintah menyiapkan jalannya," pungkasnya.
(aws/aan)











































