"Apanya yang mau diperdebatkan padahal Indonesia sudah krisis listrik di mana-mana," ujar juru bicara JK, Husain Abdullah kepada detikcom, Rabu (19/8/2015).
"RR ini apa mau lihat Indonesia mati lampu," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga Infografis: Rizal Ramli 'Melawan' Jokowi-JK
Husain menggambarkan, kapasitas pembangkit listrik yang dimiliki PLN hanya 45 megawatt. Untuk mencapai pertumbuhan 7 persen setahun, maka dibutuhkan tambahan daya listrik 15 persen pertahun. Sehingga setiap tahun Indonesia butuh tambahan daya 7000 MW listrik.
"Dikalikan 5 tahun pemerintahan Jokowi-JK, maka jumlah mencapai 35 ribu MW. Penambahan Daya listrik ini multi player efeknya besar karena berkaitan kepada fasilitas penunjang industri, tanpa listrik industri tidak bisa berjalan, tanpa industri serapan tenaga kerja kita akan rendah, bakal banyak pengangguran," terangnya.
"Tidak hanya untuk industri, listrik juga dibutuhkan oleh sektor rumah tangga. Apa kita mau membiarkan seluruh kota di Indonesia harus merasakan pemadaman listrik bergilir?" ujarnya. (fiq/dra)











































