Ini Rain Filter Alat Penampung Hujan Cegah Kekeringan

Ini Rain Filter Alat Penampung Hujan Cegah Kekeringan

Septiana Ledysia - detikNews
Selasa, 18 Agu 2015 17:03 WIB
Ini Rain Filter Alat Penampung Hujan Cegah Kekeringan
Foto: Septiana/detikcom
Jakarta - Untuk menanggulangi dampak kekeringan El Nino, Ketua Kelompok Kerja Banjir dan Kekeringan Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI) Agus Maryono  menciptakan Rain Filter. Alat ini bisa menyaring air hujan menjadi air bersih yang bisa digunakan.

Alat Rain Filter dibuat oleh Agus di rumahnya pada tahun 2014. Saat itu dirinya membuat alat tersebut dengan paralon yang dirangkai yang disambungkan ke dalam toren.

"Warga yang ingin membuat tinggal membeli paralon besar 3 dim dengan diameter 10 cm, beli sok keatas yang dipotong 45 derajat dan diberi kawat saring 2 ml untuk menyaring air dari daun-daun. Lalu sambungkan dengan penghalau yang dibuat dari paralon yang berdiamater 20 cm dimana didalamnya dikasih bola. Setelah itu paralon disambungkan ke dalam peron yang diberi pemutar keran," terang Agus kepada wartawan di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (18/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Toren juga disambungkan paralon untuk mengalirkan air dari peron yang penuh menuju sumur resapan," tambah Agus lagi.

Menurut Agus, air yang ditampung ialah air hujan ketiga dikarenakan waktu hujan pertama air masih dalam keadaan kotor. "Hujan pertama dan kedua tutup biar masuk sumur resapan, pas ketiga baru ditampung di toren. Jika gak punya paralon bisa dibuat melalui bambu," terang peniliti UGM itu.

Menurutnya, masyarakat Indonesia sebaiknya tidak malu dalam membudayakan hal tersebut. Dikarenakan, di Australia dan negara maju lain sudah melakukan hal tersebut.

"Indonesia seharusnya jangan malu, ini harus dibudayakan demi pengematan air ke depannya," terang Agus.

Agus mengatakan untuk kandungan air hujan tidak jauh berbeda dari air tanah. Untuk kandungan PH air hujan sekitar 5,2-5,6 dan belum masam.

"Air hujan tidak berbau, zat padat larut 15 mg/liter apalagi kalau langsung tidak lewat atas. air hujan Kloritnya 2 dibawah depkes, natrium per liter cuman 3 mg jadi air hujan itu fine," tegas Agus.

Untuk itu diharapkan nanti semua industri, hotel dan perkantoran yang memiliki atap luas dapat menampung air semaksimal mungkin dan untuk di daerah pertanian dapat dibudidayakan  ikan di parit-parit dan gerakan massal menampung air 6 bulan secara berturut-turut.

"Kalau masyarakat bisa sumur digali yang tak terpakai air hujan bisa dipake di situ dan berbagai macam cara gimana musim hujan dioptimalkan," tutup Agus. (spt/aan)


Berita Terkait