"Saya pikir satu pengalaman yang berangkat dari AirAsia diterapkan di sini sehingga sukses di hari kedua tuntas menyelesaikan tugas-tugas kita," kata Kabasarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo di Base Ops Lanud Jayapura, Selasa (18/8/2015).
Soelistyo mengatakan tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Poli dan masyarakat memiliki dua tujuan yaitu melakukan evakuasi korban dan juga mencari black box pesawat tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soelistyo mengatakan, proses evakuasi besok akan difokuskan untuk mengangkat 54 jenazah penumpang pesawat ini. Saat ini 54 jenazah itu sudah dimasukkan ke dalam kantong mayat. "Besok kita lakukan evakuasi saat cuaca baik dengan cara netting," katanya.
Soelistyo berjanji akan mengantarkan jenazah korban kecelakaan pesawat Trigana Air ke keluarganya. "Sesuai janji kita sampai di ujung dunia akan kita antar jenazah oleh Trigana Air dibantu instansi terkait. Diantar ke keluarga masing-masing," katanya.
Pesawat AirAsia QZ8501 tujuan Surabaya-Singapura yang membawa 155 penumpang dan 7 kru, mengalami kecelakaan pada 28 Desember 2014. Setelah beberapa hari, puing-puing pesawat ditemukan mengapung di Laut Jawa yang dekat dengan Kalimantan. (nal/nrl)











































